Suara.com - Selama ini, banyak studi menunjukkan bahwa gaya hidup vegetarian membawa manfaat bagi kesehatan. Namun, apakah pola makan ini juga berdampak pada lingkungan?
Vegetarian adalah pola makan tanpa mengonsumsi daging hewan, seperti ayam, sapi, kambing, dan makanan laut, sebagaimana dilaporkan oleh Alodokter (24/4/2026).
Banyak orang memulainya karena alasan kesehatan atau etika. Namun, jarang orang mengetahui bahwa setiap porsi sayuran atau protein nabati yang mereka pilih memiliki dampak yang tidak hanya berpengaruh terhadap individu tersebut, tetapi juga pada skala global.
Pertama, menghemat air dan sumber daya. Dilansir dari down to earth (24/4/2026), dalam proses produksi satu kilogram daging membutuhkan sekitar 13.000 liter hingga 100.000 liter air. Jumlah ini menunjukkan betapa intensifnya penggunaan air dalam industri peternakan. Oleh karena itu, jika konsumsi daging berkurang, maka tekanan terhadap sumber daya air juga dapat ditekan.
Menghentikan Pencemaran dan Menghemat Ruang Hidup
Kedua, mengurangi polusi dan emisi. Selain efisiensi sumber daya, transisi ke gaya hidup vegetarian berperan besar dalam mengurangi polusi yang merusak ekosistem. Industri peternakan adalah penyumbang limbah cair yang masif. Sering kali limbah ini mencemari sungai dan sumber air tanah.
Selain itu, kotoran sapi juga menghasilkan gas metana, yang memiliki kemampuan memerangkap panas di atmosfer 80 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO2). Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mencatat kegiatan peternakan bertanggung jawab atas sekitar 14,5 persen emisi gas rumah kaca global.
Lebih jauh lagi, gaya hidup vegetarian bisa membantu kita untuk menyelamatkan lahan-lahan yang ada dari ancaman deforestasi. Alih-alih membabat hutan untuk lahan peternakan atau menjadi kebun pakan ternak, lahan tersebut tetap dapat berfungsi sebagai penyerap karbon alami.
Melalui berbagai fakta yang telah disebutkan, dapat dipahami bahwa menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada kebiasaan mengurangi plastik. Pilihan makanan sehari-hari juga memiliki peran penting dalam menjaga bumi kita.
Baca Juga: Kartini Masa Kini: Aksi Nyata Prilly Untuk Lingkungan Berkelanjutan
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Skincare Berbasis Exosome Kian Populer, Apa Bedanya dengan Formula Biasa?
-
Makin Mudah, Ini Keuntungan Belanja Fashion Premium Secara Online
-
Layanan Keuangan Makin Digital, Ini Kemudahan yang Bisa Dinikmati Masyarakat
-
The Rise of Jamu Culture, Gerakan Mengajak Generasi Muda Bangga Minum Jamu
-
7 Zodiak Paling Beruntung Besok 9 Juni 2026, Salah Satu Hari Terhoki Tahun Ini
-
Dari Labubu sampai Si Juki, Amazing Toy Show Jakarta Bakal Satukan Kreator dan Kolektor
-
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Panel Surya Kian Jadi Pilihan untuk Bumi yang Lebih Bersih
-
Berapa Harga Crocs Asli? Ini Cara Membedakannya dengan yang Palsu
-
5 Bedak Tabur yang Bagus untuk Usia 30-an, Bikin Makeup Halus dan Tahan Lama
-
5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan