Suara.com - Kecelakaan kereta terjadi di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, pada hari Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.50 WIB. Kecelakaan ini melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan kereta Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Banyak orang yang mempertanyakan keamanan kereta. Menurut Huffington Post, cara mengamati keselamatan penumpang saat menggunakan kereta bisa dilakukan melalui pendekatan statistik.
Menurut jurnal ilmiah Bandolier, di Amerika, peluang seseorang yang terlibat dalam kecelakaan kereta api untuk mati adalah 1 dari 1.871.241 orang. Angka ini dihitung dengan membandingkan jumlah penduduk dan jarak tempuh atau seberapa banyak perjalanan yang dilakukan.
Namun jika dilihat dari jarak yang ditempuh, jumlah penumpang yang meninggal dalam kereta masih cukup kecil. Angka kematian penumpang kereta jarak jauh sekitar 0,43 orang meninggal per miliar mil yang ditempuh oleh penumpang.
"Kecelakaan kereta jarang terjadi," kata Allan Zarembski, profesor penelitian dan direktur teknik kereta api serta program keselamatan di University of Delaware.
"Tingkat kecelakaan kereta di 2014 adalah 2,2 kecelakaan per juta mil kereta. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, angka ini sudah menurun."
Kemacetan yang disebabkan oleh peningkatan jumlah kendaraan seperti kereta bawah tanah, bus, dan pesawat terbang dapat menyebabkan kematian.
The Washington Post melaporkan bahwa risiko kecelakaan dalam berkendara jauh lebih tinggi dibandingkan dengan naik kereta, yaitu sekitar 17 kali lipat. Tentu saja, karena kereta memiliki jalur khusus yang sendiri dan juga terdapat palang pengamanannya.
Namun jika kamu masih takut akan keamanan saat naik kereta, kamu bisa mengatasi rasa takut tersebut dengan memilih tempat duduk yang tepat dan aman. Secara ilmiah, di dalam kereta ada posisi kursi yang paling aman untuk mengurangi dampak negatif jika terjadi kecelakaan kereta.
Baca Juga: Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?
Posisi Paling Aman di Gerbong Kereta
Di dalam kereta, tempat duduk yang paling aman adalah di bagian tengah dari gerbong. Jika tidak bisa mendapatkan gerbong tengah, kamu bisa memilih satu gerbong yang ada di belakang gerbong tengah.
Kecelakaan kereta biasanya terjadi dari depan atau dari belakang, menurut data ilmiah. Menurut Live Science, hal ini akan menyebabkan kereta terlepas dari rel, rel menjadi rusak, serta kereta bagian depan mengalami kerusakan.
"Alasan mengapa beberapa orang mengatakan bagian tengah adalah tempat yang aman adalah sangat sederhana," kata Greg Placencia, peneliti sekaligus asisten profesor teknik industri dan sistem di University of Southern California.
"Banyak kecelakaan datang dari depan, sehingga gerbong pertama dan kedua adalah gerbong yang terpukul paling keras. Beberapa kecelakaan datang dari belakang, tapi ini tak umum. Sedangkan di bagian tengah, kerusakan tak akan terlalu parah."
Lalu bagaimana kalau ternyata kamu tak bisa mendapatkan gerbong tengah? Kamu masih bisa tetap aman dengan mempertimbangkan arah dudukmu.
"Saya pribadi lebih suka duduk menghadap belakang karena dalam kebanyakan kasus, Anda akan terdorong ke depan ketika ada pengereman darurat," kata Zarembski.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim