Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 28 April 2026 | 15:28 WIB
Gaji Driver Green SM (id.greensm.com)

Suara.com - Sebuah taksi listrik berwarna hijau, dikenal juga sebagai Xanh SM, pernah disebut-sebut sebagai penyebab awal dari beberapa kecelakaan beruntun antara kereta komuter KRL dan kereta api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada hari Senin, 27 April 2026.

Taksi berwarna hijau itu berhenti di tengah jalur kereta di perlintasan sebidang JPL 85 dekat Bulak Kapal, menghambat gerak KRL, sehingga menyebabkan rangkaian kereta berhenti tiba-tiba. Namun setelah ditelusuri, taksi berwarna hijau tersebut berada di jalur yang berbeda dari lokasi tabrakan kereta api.

Ini membuat netizen juga penasaran dengan taksi Green SM dari Vietnam, terutama soal gaji yang diterima oleh para driver yang mengemudikan taksi tersebut.

Pertanyaan ini muncul karena insiden tersebut menyoroti risiko yang terkait dengan pekerjaan driver online, khususnya armada kendaraan listrik yang sedang tumbuh pesat di Jakarta dan sekitarnya.

Perusahaan taksi listrik asal Vietnam yang bernama Green SM Indonesia saat ini sedang sangat aktif mencari mitra pengemudi di Indonesia. Lantas, berapa sebenarnya penghasilan mereka?

Gaji Driver Green SM 

Menurut informasi resmi dari situs Green SM dan lowongan kerja yang beredar, perusahaan tersebut menawarkan kemungkinan penghasilan hingga Rp8 juta setiap bulannya.

Sistemnya bukan berupa gaji tetap, melainkan berdasarkan hasil atau pendapatan yang didapat. Driver bisa mendapatkan bagian hingga 55 persen dari setiap pesanan Argo, sedangkan sisanya menjadi milik perusahaan.

Untuk kendaraan dengan argo di atas Rp500.000, pembagian hasil bisa 50:50, tapi driver harus bayar sendiri biaya pengisian baterai.

Mobil listrik menghabiskan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan taksi bensin, sekitar Rp80.000 untuk menempuh jarak 280 km per hari.

Baca Juga: Setelah Ada Kecelakaan KRL, BP BUMN Baru Evaluasi KAI Secara Menyeluruh

Seorang driver di komunitas Facebook Taksi Listrik Xanh SM Indonesia mengatakan pendapatan rata-rata mencapai Rp1,8 juta per minggu karena sering mendapatkan bonus.

Itu artinya bisa menghasilkan antara 7 hingga 8 juta rupiah per bulan jika terus-menerus menjalankannya.

Sementara vlogger driver lain di YouTube mendapatkan penghasilan bersih sebesar Rp455.000 dalam sehari dari onbid dengan target Rp600.000.

Sementara itu, cerita di TikTok dan Instagram menyebutkan bahwa penghasilan harian bisa mencapai Rp150.000 hingga Rp400.000, tergantung pada jumlah pesanan, lokasi seperti Bekasi, Jakarta, Kapuk, atau Cinere, serta jam operasional.

Banyak driver yang bekerja 10-12 jam sehari untuk memaksimalkan penghasilan mereka. Selain mendapatkan bagi hasil, Green SM juga memberikan manfaat lain seperti asuransi sosial (BPJS), pelatihan yang lengkap, mobil listrik baru (VinFast), serta bantuan dalam operasional.

Syarat untuk menjadi driver tidak terlalu sulit: usia antara 21 hingga 55 tahun, memiliki SIM A atau B yang masih aktif, memiliki KTP negara Indonesia, serta memiliki pengalaman berkendara minimal selama 6 bulan.

Load More