Lifestyle / Food & Travel
Rabu, 29 April 2026 | 08:06 WIB
Evakuasi korban kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur April 2026. (Dok. Instagram/@kemenhub151)
Baca 10 detik
  • Kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, menewaskan 15 orang.
  • Sebanyak 15 orang penumpang perempuan meninggal dunia akibat insiden tabrakan kereta tersebut dan telah berhasil diidentifikasi tim forensik.
  • Seluruh jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga setelah proses identifikasi selesai dilakukan di berbagai rumah sakit.

Suara.com - Sebanyak 15 orang tewas dalam kecelakaan KRL Commuter Line yang dihantam oleh KA Argo Bromo Anggrek di Stasisun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Seluruh korban meninggal yang terindentifikasi diketahui berjenis kelamin perempuan yang pada saat kejadian berada di gerbong KRL.

Tim forensik melakukan proses identifikasi melalui pencocokan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem (setelah kematian) hasil forensik.

"10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Selasa (28/4) dikutip dari Antara.

Berikut identitas 15 korban meninggal dalam tabrakan KA di Bekasi.

Teridentifikasi di RS Polri

1. Tutik Anita Sari (31) Cikarang Barat.

2. Harum Anjasari (27) Cipayung, Jakarta Timur.

3. Nur Alimantun Citra Lestasi (19) Jambi.

Baca Juga: 11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

4. Farida Utami (50) Cibitung, Bekasi.

5. Vica Acnia Fratiwi (27) Cikarang Barat.

6. Ida Nuraida (48) Cibitung, Bekasi.

7. Gita Septia Wardani (20) Cibitung, Bekasi.

8. Fatmawati Rahmayani (29) Bekasi Selatan.

9. Arinjani Novita Sari (25) Tambun Selatan.

10. Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32) Tambun Selatan.

RSUD Kota Bekasi:

11. Nuryati (41)

12. Nurlaela (39)

13. Enggar Retno Krisjayanti (35)

RS Bella Bekasi

14. Ristuti Tustirahato

RS Mitra Keluarga Bekasi Timur

15. Adelia Rifani

Kru Kompas TV

Nur Ainia Eka Rahmadhynna atau Ain (32), salah korban yang meninggal dalam insiden di Stasiun Bekasi Timur, diketahui merupakan kru Kompas TV.

Sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sesaat pasca kejadian, jenazah Ain teridentifikasi korban kecelakaan KRL dan KA jarak jauh.

Ain diketahui sudah 11 tahun menjadi bagian keluarga besar Kompas TV. Terakhir, ia berkontribusi sebagai News Production Support.

Kepergian sosok yang dikenal baik dan berdedikasi ini meninggalkan dukacita mendalam bagi keluarga, orang terdekat, dan kolega. Jenazahnya telah diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Guru

Seorang Guru SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur bernama Nurlela turut menjadi korban dalam tabrakan maut KA di Bekasi pada Senin malam.

Nurlela sempat dilarikan ke RSUD Bekasi sebelum menghembuskan napas terakhir. Ketika malam kejadian, ia menumpang KRL untuk pulang ke rumahnya yang berlokasi di Cikarang.

Namun nahas takdir berkata lain, sang pendidik meninggal dunia setelah kereta yang ditumpangi terlibat kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Nurhayati

Stasiun Bekasi Timur tak dinyana menjadi saksi perjalanan terakhir Nurhayati (63). Niat hati menengok anak dan cucu di Cikarang, wanita paruh baya ini justru mengalami kejadian tragis.

Nurhayati yang menumpang KRL menjadi korban kecelakaan KA. Ia termasuk salah satu penumpang terakhir yang berhasil dievakuasi dari gerbong.

Dikenal sebagai sosok nenek penyayang, berpulangnya Nurhayati untuk selama-lamanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang terkasih.

Investigasi kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek yang diduga dipicu taksi listrik masih terus dilakukan. Puluhan korban luka akibat kejadian tersebut masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit. Korban yang meninggal pun telah diserahkan ke pihak keluarga.

Load More