Lifestyle / Female
Rabu, 29 April 2026 | 09:28 WIB
Ilustrasi sunblock (garnier.co.id)
Baca 10 detik
  • Sunblock memantulkan sinar UV, sedangkan sunscreen menyerapnya di kulit.
  • Perbedaan juga terlihat dari kandungan, tekstur, dan waktu pemakaian.
  • Pilih sesuai kebutuhan: kulit sensitif cocok sunblock, ringan harian pilih sunscreen.

Suara.com - Menjaga kulit tubuh dari paparan sinar matahari sudah menjadi rutinitas wajib setiap hari, bukan lagi sekadar pelengkap saat ingin pergi ke pantai. 

Namun, saat berdiri di depan rak produk perawatan kulit, sering kali muncul kebingungan melihat label "sunblock" dan "sunscreen" yang berjejer.

Sekilas kedua produk bodycare tersebut memang sama-sama melindungi kulit, namun sebenarnya cara kerja dan kandungannya sangat berbeda.

Memilih perlindungan yang tepat untuk badan itu krusial supaya kulit tidak gampang kusam atau mengalami penuaan dini akibat sinar UV.

Apalagi bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan, salah pilih produk bisa membuat kulit terasa gerah atau perlindungannya justru tidak maksimal. 

Perbedaan utama keduanya terletak pada bagaimana cara mereka menangani sinar matahari saat menyentuh permukaan kulit.

Ada yang sifatnya memantulkan sinar seperti cermin, ada juga yang menyerapnya terlebih dahulu untuk kemudian diubah menjadi energi lain. Berikut penjelasannya.

Sunscreen VS Sunblock/freepik

1. Mekanisme Kerja di Atas Kulit

Perbedaan paling mendasar antara sunblock dan sunscreen yang perlu dipahami adalah cara keduanya melindungi jaringan kulit dari radiasi ultraviolet.

Sunblock (Physical Sunscreen)

Baca Juga: Kenapa Muncul Bercak Hitam di Tangan? Ini Penyebab dan 5 Sunscreen Ampuh Mengatasinya

Mengutip penjelasan dari American Academy of Dermatology (AAD), jenis ini bekerja sebagai penghalang fisik.

Ia membentuk lapisan di atas permukaan kulit yang bertugas memantulkan sinar UV agar tidak masuk ke dalam jaringan. Bayangkan sunblock seperti tameng atau cermin yang menghalau serangan sinar matahari secara langsung.

Sunscreen (Chemical Sunscreen)

Menyadur informasi dari Skin Cancer Foundation, produk sunscreen bekerja dengan cara kimiawi. Cairannya akan meresap ke dalam lapisan kulit, lalu menyerap sinar UV yang datang.

Setelah diserap, energi dari sinar tersebut diubah menjadi panas dan dilepaskan kembali dari permukaan kulit agar tidak merusak sel.

2. Kandungan Bahan Aktif

Jika terbiasa membaca label di balik kemasan, perbedaan kedua jenis pelindung ini akan terlihat sangat jelas pada daftar komposisinya.

Sunblock

Merangkum data teknis dari Mayo Clinic, sunblock biasanya mengandung mineral alami seperti Zinc Oxide atau Titanium Dioxide.

Dua bahan ini sangat efektif memblokir sinar UVA dan UVB sekaligus. Karena bahannya yang cenderung tidak terserap ke dalam aliran darah, sunblock sering dianggap lebih aman untuk pemilik kulit sensitif atau anak-anak.

Sunscreen

Sunscreen umumnya menggunakan filter organik seperti Avobenzone, Oxybenzone, atau Octisalate.

Bahan-bahan ini dirancang agar bisa menyatu dengan kulit dengan sempurna tanpa meninggalkan jejak, namun bagi beberapa orang yang sangat sensitif, bahan kimia ini terkadang bisa memicu reaksi alergi ringan.

3. Tekstur dan Tampilan Visual (White Cast)

Bagi yang peduli dengan penampilan, tekstur menjadi poin pertimbangan yang paling terasa bedanya saat produk diaplikasikan ke tangan atau kaki.

Sunblock

Produknya cenderung memiliki tekstur yang lebih kental dan pekat. Karena sifatnya yang berada di atas permukaan kulit, sunblock sering kali meninggalkan lapisan putih atau efek white cast. Hal ini terkadang membuat warna kulit terlihat agak keabu-abuan setelah dioleskan, terutama pada kulit tubuh yang lebih gelap.

Sunscreen

Sementara itu, sunscreen memiliki tekstur yang jauh lebih ringan, encer, dan mudah diratakan. Karena menyerap sempurna ke dalam kulit, sunscreen tidak meninggalkan noda putih sama sekali. Ini alasan mengapa banyak orang lebih menyukai sunscreen untuk penggunaan harian karena terasa lebih nyaman.

4. Waktu Aplikasi yang Efektif

Kapan harus memakai produk tersebut sebelum keluar ruangan? Jawabannya sangat bergantung pada mekanisme kerjanya.

Sunblock

Produk sunblock dapat memberikan perlindungan instan. Begitu dioleskan ke kulit, perlindungan langsung aktif karena ia bekerja sebagai pembatas fisik. Jadi, tidak perlu menunggu lama untuk bisa langsung terpapar matahari.

Sunscreen

Mengutip pedoman dari Skin Cancer Foundation, jenis ini membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk meresap dan bekerja secara kimiawi di dalam kulit. Jika baru dioleskan lalu langsung keluar rumah, besar kemungkinan kulit belum terlindungi secara maksimal karena bahan aktifnya belum siap bekerja.

Kesimpulan: Mana yang Lebih Baik?

Pilihan terbaik sebenarnya bergantung pada kebutuhan masing-masing. Jika memiliki kulit yang sangat sensitif atau sering mengalami alergi, sunblock mineral adalah pilihan yang lebih aman.

Sebaliknya, jika lebih mengutamakan kenyamanan agar tidak lengket dan ingin tampilan yang tetap natural untuk kegiatan harian, sunscreen kimiawi adalah solusinya.

Yang paling penting untuk diingat, apapun pilihannya, pastikan untuk selalu melakukan re-apply atau mengoleskan kembali setiap dua jam sekali, terutama jika berkeringat atau berenang, agar perlindungan tetap terjaga sepanjang hari.

Load More