Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:54 WIB
ilustrasi Hari Buruh [ANTARA FOTO/Ardiansyah/YU]
Baca 10 detik
  • Pekerja di Amerika Serikat menggelar mogok kerja massal pada 1 Mei 1886 menuntut delapan jam waktu kerja.
  • Tragedi Haymarket di Chicago memicu solidaritas global dan penetapan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional pada 1889.
  • Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional sejak 2013 untuk memperjuangkan hak-hak kesejahteraan para pekerja.

Di Indonesia, peringatan Hari Buruh sudah ada sejak era kolonial. Awalnya dimulai sekitar 1918-1920 oleh serikat buruh seperti Serikat Buruh Kung Tang Hwee.

Setelah kemerdekaan, pada 1946-1948, 1 Mei sempat diatur sebagai hari di mana buruh dibebaskan dari kewajiban kerja. Namun, selama Orde Baru, peringatan May Day dilarang karena dikaitkan dengan ideologi komunis pasca-G30S 1965.

Baru pada 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkannya sebagai hari libur nasional melalui Keppres. Saat ini, 1 Mei di Indonesia sering diisi dengan demonstrasi damai untuk menuntut upah layak, perlindungan pekerja, penghapusan outsourcing, dan keadilan sosial.

Makna Hari Buruh sebenarnya jauh lebih dalam daripada sekadar libur atau demo. Hari ini mengingatkan bahwa hak-hak pekerja modern—seperti batas jam kerja, upah minimum, cuti, jaminan sosial, dan keselamatan kerja—bukan hadiah gratis, melainkan hasil perjuangan panjang yang penuh pengorbanan.

Di era digital dan gig economy saat ini, tantangan baru muncul: pekerja lepas tanpa perlindungan, diskriminasi, hingga otomatisasi yang mengancam lapangan kerja. Oleh karena itu, semangat 1 Mei tetap relevan untuk mendorong dialog antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah demi menciptakan hubungan industrial yang adil dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, 1 Mei disebut Hari Buruh karena tanggal ini menjadi saksi sejarah perlawanan terhadap eksploitasi dan lahirnya solidaritas internasional. Bukan untuk membenci pengusaha atau sistem, melainkan untuk mengingat bahwa kemajuan sebuah bangsa tak lepas dari kontribusi para pekerja.

Load More