- Pekerja rumah tangga rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat tekanan pekerjaan dan minimnya akses dukungan psikologis selama ini.
- DPR RI berupaya mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga sebagai fondasi hukum untuk menjamin hak mental dan kesejahteraan.
- Val The Consultant Group menyediakan layanan konseling serta pelatihan sejak 2012 untuk meningkatkan standar perlindungan bagi tenaga domestik.
Suara.com - Selama bertahun-tahun, isu kesehatan mental pekerja rumah tangga nyaris tak terdengar. Padahal, mereka bekerja di ruang yang sangat personal, rumah orang lain dengan tekanan yang sering kali tidak kasat mata.
Adaptasi dengan lingkungan baru, ekspektasi majikan yang tinggi, hingga konflik interpersonal yang sulit dihindari menjadi bagian dari keseharian. Tanpa dukungan yang memadai, situasi ini dapat memicu stres berkepanjangan, kecemasan, bahkan depresi.
Ironisnya, sebagian besar pekerja rumah tangga tidak memiliki akses terhadap layanan konseling atau pendampingan psikologis yang layak.
Momentum pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga oleh DPR RI menjadi titik balik penting dalam menjawab persoalan ini.
Regulasi tersebut membuka jalan bagi pengakuan yang lebih luas bahwa pekerja rumah tangga adalah bagian dari tenaga kerja formal yang berhak atas perlindungan menyeluruh, tidak hanya secara fisik dan ekonomi, tetapi juga mental.
Dalam konteks ini, kehadiran sistem perlindungan yang terstruktur menjadi krusial, karena kesehatan mental tidak bisa dilepaskan dari rasa aman, kepastian kerja, dan dukungan sosial yang memadai.
Langkah konkret terlihat dari apa yang dilakukan Val The Consultant Group, yang memperkuat sistem perlindungan tenaga kerja domestik melalui pendekatan menyeluruh.
Sejak berdiri pada 2012, perusahaan ini telah menyalurkan lebih dari 30.000 pekerja rumah tangga dengan model yang tidak berhenti pada penempatan kerja.
Mereka membangun sistem berlapis: mulai dari rekrutmen terstandar, pelatihan kompetensi, hingga pendampingan berkelanjutan yang mencakup layanan konseling kesehatan mental dan fasilitas hunian sementara.
Baca Juga: Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu
Pendekatan ini lahir dari realitas di lapangan. Banyak pekerja rumah tangga selama ini ditempatkan tanpa bekal yang cukup, tanpa perlindungan yang jelas, dan tanpa mekanisme pengaduan yang dapat diakses.
Dalam kondisi seperti itu, tekanan psikologis menjadi beban yang harus ditanggung sendiri. Valentina Maya Sari, CEO & Founder Val The Consultant Group, mengungkapkan bahwa absennya regulasi selama ini menjadi akar kerentanan tersebut.
“Sejak 2012, kami menyaksikan langsung bagaimana absennya regulasi membuat pekerja rumah tangga rentan terhadap eksploitasi dan ketidakpastian. Dengan RUU PRT, kami optimis standar industri akan meningkat,” ujarnya.
Salah satu aspek yang paling relevan dalam konteks kesehatan mental adalah kehadiran layanan konseling yang terintegrasi dalam sistem kerja. Program seperti Sahabat Kerja menunjukkan bahwa dukungan psikologis tidak bisa dianggap sebagai pelengkap, melainkan kebutuhan dasar.
Melalui layanan ini, pekerja memiliki ruang untuk berbagi, mendapatkan pendampingan dalam menghadapi tekanan kerja, serta belajar mengelola konflik dan emosi.
Dalam banyak kasus, akses terhadap dukungan semacam ini dapat menjadi pembeda antara pekerja yang mampu bertahan secara sehat dan mereka yang terjebak dalam tekanan tanpa jalan keluar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura