- Kementerian Komunikasi dan Digital menyosialisasikan regulasi PP TUNAS di Bandung untuk meningkatkan keamanan anak saat beraktivitas di internet.
- Regulasi ini mewajibkan penyelenggara sistem elektronik menyediakan fitur verifikasi usia dan perlindungan privasi guna mencegah risiko digital anak.
- Pemerintah daerah, keluarga, dan sektor terkait perlu berkolaborasi menciptakan ekosistem digital sehat serta melakukan pengawasan penggunaan teknologi anak.
Suara.com - Pemerintah semakin serius memperkuat perlindungan anak di era digital. Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sosialisasi regulasi terbaru PP TUNAS (Tunggu Anak Siap) digelar di Bandung untuk memastikan keamanan anak saat beraktivitas di internet.
Diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Jawa Barat, baik secara langsung maupun daring. Fokus utamanya adalah memperkuat peran pemerintah daerah dalam menghadapi risiko digital yang semakin kompleks, mulai dari kecanduan gawai hingga ancaman keamanan data pribadi anak.
Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Jawa Barat, Mas Adi Komar, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ini.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun literasi digital yang kuat, terutama untuk melindungi anak-anak sebagai generasi masa depan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).
Senada dengan itu, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, Firmansyah, menekankan bahwa keamanan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama.
“Keamanan ruang digital adalah fondasi penting untuk menjaga masa depan generasi muda. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan anak-anak terlindungi saat berselancar di dunia maya,” katanya.
Dalam pemaparannya, Sekretaris Ditjen Pengawasan Ruang Digital, Mediodecci Lustarini, menjelaskan bahwa PP TUNAS hadir sebagai respons atas meningkatnya risiko digital pada anak.
Regulasi ini mewajibkan platform digital atau Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk menyediakan sistem yang aman, termasuk verifikasi usia dan pengaturan privasi.
“PP TUNAS mewajibkan PSE memastikan perlindungan maksimal bagi anak, mulai dari penyaringan konten hingga keamanan data pribadi,” jelasnya.
Baca Juga: Komdigi Resmi Mulai Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia
Dari sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan juga menyoroti dampak serius penggunaan teknologi terhadap mental anak. Yunita Restu Safitri mengingatkan bahwa era digital membawa tantangan baru seperti kecanduan dan perundungan online.
“Kesehatan jiwa anak harus menjadi perhatian utama. Perlu peran keluarga, sekolah, dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat,” ungkapnya.
Sementara itu, praktisi keamanan siber Ian Keikai menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengasuhan digital. Ia menyarankan penggunaan teknologi pendukung seperti fitur kontrol orang tua.
“Orang tua harus menjadi pendamping aktif. Gunakan fitur seperti Family Link atau YouTube Supervised Experience agar anak bisa berinternet dengan aman dan terkontrol,” jelasnya.
Melalui implementasi PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang TUNAS, pemerintah berharap Jawa Barat dapat menjadi contoh nasional dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak.
Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi digital Indonesia yang lebih bertanggung jawab.
Berita Terkait
-
Viral Diprotes Gamers, Komdigi Akhirnya Akui IGRS Aneh
-
Komdigi Panggil Google-Meta Buntut Tak Patuh PP Tunas, Cecar 29 Pertanyaan
-
Sempat Bikin Emosi, Pelaku Industri Minta Tetap Kawal dan Kritisi Kebijakan IGRS Komdigi
-
Kemkomdigi Sebut Rating IGRS di Steam Tidak Resmi dan Berpotensi Melanggar Hukum di Indonesia
-
Steam Tegaskan Penilaian IGRS Dikeluarkan Kemkomdigi, Bukan dari Valve
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Cara Hapus Cache di HP Samsung, Cukup 3 Langkah Mudah Ini
-
5 Pilihan HP Realme Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Jangka Panjang
-
5 Rekomendasi HP Samsung dengan Kamera Terbaik dan Canggih
-
vivo T5 Series Meluncur, Kombinasi Kamera Sony, AI Camera, dan Gaming 90FPS, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
-
33 Kode Redeem FF Aktif 30 April 2026, Sikat M1887 Rapper Underworld dan Gintoki Bundle
-
Terpopuler: Pilihan HP Terbaru yang Bisa Zoom Jauh, Tecno Spark 50 Pro Siap Rilis
-
5 Pilihan Laptop Gaming Termurah 2026, Spek Dewa Tetap Ngebut dan Ringan Dibawa
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 29 April 2026: Bocoran Collab One Piece Bikin Heboh
-
29 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 29 April 2026: Skuad Impian Spanyol Menanti, Auto Win Terjamin