- Sunscreen biasa berfungsi melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB tanpa memberikan perubahan warna pada permukaan wajah.
- Tinted sunscreen mengandung pigmen oksida besi untuk meratakan warna kulit serta melindungi wajah dari paparan cahaya tampak.
- Pemilihan jenis tabir surya harus disesuaikan dengan kebutuhan proteksi, jenis kulit, serta keinginan pengguna terhadap estetika tampilan wajah.
1. Kandungan dan Perlindungan
Sunscreen biasa hanya melindungi dari sinar UVA dan UVB. Sementara tinted sunscreen memberikan perlindungan UV yang setara, ditambah kemampuan melindungi dari visible light (cahaya tampak) dan blue light (sinar biru dari gadget/layar).
Iron oxides dalam pigmen tinted sunscreen mampu memantulkan atau menghalangi visible light yang bisa menembus lebih dalam ke kulit dan memperburuk hiperpigmentasi, melasma, serta flek hitam.
Beberapa studi menunjukkan tinted sunscreen lebih unggul dalam mencegah kerusakan akibat cahaya tampak dibandingkan sunscreen biasa.
2. Efek pada Kulit (Coverage dan Finish)
Sunscreen biasa: Tidak ada coverage, fokus pada proteksi. Bisa meninggalkan whitecast pada kulit sawo matang atau gelap.
Tinted sunscreen: Memberikan coverage sheer hingga medium, meratakan warna kulit, menyamarkan kemerahan, noda jerawat, atau bekas hiperpigmentasi. Finish biasanya lebih glowing atau natural, dan minim whitecast.
3. Tekstur dan Kemudahan Penggunaan
Tinted sunscreen sering terasa lebih ringan, cepat meresap, dan multifungsi—bisa menggantikan langkah foundation atau BB cream. Ini membuat rutinitas pagi lebih praktis.
Baca Juga: 5 Sunscreen Mengandung Panthenol dan Ceramide untuk Perbaiki Skin Barrier
Namun, sunscreen biasa lebih fleksibel jika Anda suka layering makeup tebal.
4. Harga dan Ketersediaan Shade
Tinted sunscreen umumnya lebih mahal karena tambahan pigmen dan formulasi kosmetik. Pilihan warnanya terbatas (biasanya 3–6 shade), sehingga perlu mencocokkan dengan warna kulit agar tidak terlihat aneh.
Sunscreen biasa lebih murah dan universal.
5. Kesesuaian dengan Jenis Kulit
Sunscreen biasa lebih aman untuk kulit sangat sensitif, berjerawat parah, atau yang tidak ingin ada kandungan pigmen.
Tinted sunscreen cocok untuk kulit normal hingga kering, atau yang punya masalah pigmentasi seperti melasma dan flek hitam.
Namun, beberapa formula tinted bisa terasa berat atau menyumbat pori bagi kulit berminyak/berjerawat jika tidak dipilih dengan benar.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Tinted Sunscreen:
- Perlindungan lebih luas (UV + visible/blue light).
- Praktis (2-in-1: sunscreen + light makeup).
- Membantu mencegah worsening hiperpigmentasi.
- Minim whitecast dan lebih estetis.
Kekurangan Tinted Sunscreen:
- Coverage terbatas, tidak sekuat foundation.
- Shade terbatas, sulit cocok untuk semua warna kulit Indonesia yang beragam.
- Harga lebih tinggi.
- Reapplication (pengulangan pemakaian) bisa sulit karena warnanya.
Kelebihan Sunscreen Biasa
- Proteksi UV murni dan fleksibel.
- Lebih murah dan mudah ditemukan.
- Cocok untuk semua jenis kulit dan layering makeup.
Kekurangan Sunscreen Biasa:
- Tidak melindungi dari visible light.
- Bisa meninggalkan whitecast.
- Kurang praktis jika ingin kulit rata tanpa makeup tambahan.
Mana yang Harus Dipilih?
Pilih sunscreen biasa jika Anda mengutamakan proteksi UV maksimal, suka makeup tebal, atau memiliki kulit sensitif/berjerawat ekstrem.
Pilih tinted sunscreen jika Anda ingin efisiensi waktu, punya masalah pigmentasi, atau menginginkan hasil kulit lebih cerah dan rata secara alami. Banyak dermatolog merekomendasikan tinted sunscreen untuk orang yang sering terpapar layar gadget seharian.
Tips penting: Apa pun pilihan Anda, pastikan broad spectrum, minimal SPF 30+ dengan PA+++, dan reaplikasikan setiap 2–3 jam saat beraktivitas luar ruangan. Selalu patch test produk baru, terutama jika kulit sensitif.
Kesimpulannya, tinted sunscreen bukan pengganti total sunscreen biasa, melainkan evolusi yang lebih multifungsi. Keduanya sama-sama bagus selama sesuai dengan kebutuhan dan jenis kulit Anda. Yang terpenting adalah konsistensi penggunaan sunscreen setiap hari untuk menjaga kulit sehat, cerah, dan terlindungi dari penuaan dini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Parfum N.CO by Hanasui Paling Wangi Varian Apa? Ini 4 Pilihan Favoritnya
-
5 Bedak Tabur Efek Blur dari Brand Lokal, Kulit Mulus dan Makeup Tahan Lama
-
Jelajah Kuliner Unik di Come See Mie Fest 2026: Kartu yang Bisa Dimakan hingga Mi Earl Grey
-
6 Tanda Kamu Harus Melakukan Peeling Wajah Menurut Dokter Kecantikan, Bye-bye Flek Hitam
-
Bagaimana agar Flek Hitam di Wajah Cepat Mengelupas? Ini Cara yang Disarankan Ahli Kulit
-
Sebelum Powder Foundation Pakai Apa Dulu? Ini 6 Tips agar Makeup Tidak Crack
-
Parfum Scarlett Velvet Rouge Wangi Apa? Ini Deskripsi Aroma dan Review Penggunanya
-
Parfum Scarlett Paling Wangi Varian Apa? Ini 4 Aroma Favorit yang Jadi Best Seller
-
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Surga Belanja dan Kuliner, Banyak Promo yang Sayang Dilewatkan
-
Serum Retinol Hanasui Dipakai Kapan? Ini Panduan yang Benar agar Hasil Maksimal