- Ki Hajar Dewantara merumuskan tiga semboyan pendidikan sebagai filosofi kepemimpinan dan pembentukan karakter bagi masyarakat Indonesia.
- Semboyan tersebut terdiri dari Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.
- Nilai-nilai ini menekankan pentingnya memberi teladan, membangun semangat, serta memberikan dukungan dalam proses pendidikan generasi bangsa.
Suara.com - Banyak masyarakat mencari tahu apa arti 3 semboyan Ki Hajar Dewantara, terutama saat memperingati Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei.
Tiga semboyan tersebut sangat dikenal di dunia pendidikan Indonesia dan masih relevan hingga sekarang.
Semboyan ini bukan sekadar kata-kata bijak, tetapi berisi filosofi kepemimpinan, pendidikan, dan pembentukan karakter.
Lalu, apa arti 3 semboyan Ki Hajar Dewantara? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Arti 3 Semboyan Ki Hajar Dewantara?
Tiga semboyan Ki Hajar Dewantara berbunyi:
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha
2. Ing Madya Mangun Karsa
Ketiganya berasal dari bahasa Jawa dan memiliki makna mendalam tentang cara mendidik serta memimpin orang lain.
Baca Juga: Apa Arti Tut Wuri Handayani? Jadi Slogan Pendidikan Indonesia
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha Artinya Apa?
Ing Ngarsa Sung Tuladha memiliki arti di depan memberi teladan.
Maknanya, seseorang yang berada di posisi depan, seperti guru, pemimpin, atau orang tua, harus mampu menjadi contoh baik melalui sikap, perilaku, dan tindakan nyata.
Dalam kehidupan sehari-hari, guru datang tepat waktu, jujur, disiplin, dan sopan merupakan bentuk teladan bagi murid.
2. Ing Madya Mangun Karsa Artinya Apa?
Ing Madya Mangun Karsa berarti di tengah membangun semangat atau kemauan.
Berita Terkait
-
50 Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional Indonesia 2026 yang Semangat dan Bermutu Sesuai Tema
-
Pedoman Hardiknas 2026: Tema, Logo, dan Susunan Upacara Sesuai Kemendikdasmen
-
Teks Ikrar Pelajar Indonesia, Dibaca saat Upacara Hardiknas 2026
-
Upacara Hardiknas 2026 Pakai Baju Apa? Ini Ketentuannya dari Kemendikdasmen
-
30 Contoh Ucapan Hari Pendidikan Nasional Untuk Guru yang Menyentuh
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular