- Mercure Jakarta Grogol resmi dibuka pada 2 Mei 2026 oleh Gubernur DKI Jakarta untuk menyediakan akomodasi berstandar global.
- Hotel di Jakarta Barat ini mengusung konsep budaya Betawi yang dipadukan dengan arsitektur modern serta teknologi kamar pintar.
- Lokasi strategis dan fasilitas lengkap seperti sauna serta kuliner lokal mendukung kebutuhan wisatawan bisnis maupun liburan keluarga.
Suara.com - Di tengah dinamika Jakarta yang tak pernah benar-benar berhenti, tren staycation terus berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar menginap. Pengalaman yang personal, sentuhan budaya, hingga koneksi dengan lingkungan sekitar kini menjadi daya tarik utama.
Hal inilah yang dihadirkan oleh Mercure Jakarta Grogol, destinasi baru yang memadukan inovasi, kenyamanan, dan kekayaan lokal dalam satu ruang.
Sejak pertama kali memasuki area lobi, nuansa Betawi langsung terasa kuat. Bukan hanya sebagai elemen dekoratif, tetapi sebagai konsep yang hidup di setiap sudut hotel. General Manager hotel, Friendy I Rares, menegaskan bahwa identitas ini memang menjadi fondasi utama.
“Inspired, artinya setiap hotel itu memiliki citra dan ceritanya masing-masing. Khusus untuk Jakarta Grogol, kami mengambil konsep dari kebudayaan Betawi. Ini bukan sekadar konsep, tapi sampai ke detail, mulai dari desain arsitektur hingga pelayanan,” jelas dia.
Konsep tersebut terlihat jelas dari penggunaan ornamen gigi balang di area lobi, yang dalam filosofi Betawi melambangkan kekuatan dan kesetiaan. Elemen ini dikemas secara modern, menciptakan kesan hangat sekaligus relevan dengan gaya hidup urban.
Tidak hanya itu, kata Friendy, hotel ini juga ingin merepresentasikan karakter Jakarta yang dinamis dan penuh warna. “Kami juga berharap mencerminkan Jakarta yang begitu dinamis, hangat, dan colorful,” tambahnya.
Selain konsep, lokasi menjadi keunggulan penting. Terletak di kawasan strategis Jakarta Barat, hotel ini berada di tengah pusat bisnis, universitas, dan area perbelanjaan.
Aksesnya pun sangat mudah, sekitar 25 menit dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dua menit berjalan kaki ke Stasiun Pesing, serta tujuh menit menuju halte TransJakarta.
“Dari sisi lokasi, ini salah satu keunggulan kami. Akses sangat mudah, baik ke bandara, transportasi umum, maupun tol dalam kota. Ini yang membuat kami sangat kompetitif,” kata dia.
Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Lepas 561 Alumni SMK Jakarta Bekerja ke Jerman hingga Jepang
Namun, kekuatan Accor melalui brand Mercure ini tidak hanya pada lokasi. Dengan total 95 kamar dan lima tipe berbeda, hotel ini menawarkan fleksibilitas bagi berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan bisnis hingga liburan keluarga.
Tipe Classic dan Privilege memiliki layout serupa, namun menawarkan pengalaman berbeda. Tamu Privilege mendapatkan fasilitas tambahan hingga sajian khas Betawi saat check-in.
“Walaupun kamarnya sama, experience-nya berbeda. Di tipe privilege, tamu akan mendapatkan amenitas lebih lengkap dan juga local touch seperti sajian makanan khas Betawi,” jelas Friendy lagi.
Untuk pengalaman lebih luas, tersedia Privilege Loft dan Suite Room dengan ruang tamu terpisah dan fasilitas dapur, sementara Family Room hadir sebagai pilihan paling besar dengan dua tipe tempat tidur dalam satu unit, ideal untuk keluarga atau grup.
Inovasi juga hadir dalam teknologi kamar. Setiap unit dilengkapi smart TV dengan akses subscription tanpa batas, serta sistem sensor pintar yang mampu mendeteksi keberadaan tamu dan mengatur penggunaan energi secara otomatis.
Pengalaman kuliner di Kenanga Restaurant juga menjadi bagian penting dari konsep “glocal” yang diusung. Hidangan khas Betawi seperti soto Betawi, lontong, hingga kue tradisional disajikan berdampingan dengan menu internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis