Lifestyle / Female
Rabu, 06 Mei 2026 | 14:15 WIB
Ilustrasi kulit kering. (Pexels/PonyWang)
Baca 10 detik
  • Kulit kering merupakan tipe kulit bawaan akibat kurangnya produksi minyak alami.
  • Kulit dehidrasi adalah kondisi sementara akibat kekurangan kadar air yang dapat dialami semua orang termasuk pemilik kulit berminyak.
  • Perbedaan kedua kondisi kulit tersebut dapat diidentifikasi guna menentukan perawatan produk yang tepat dan efektif.

Suara.com - Pernahkah Anda merasa kulit wajah terasa kencang, kusam, atau bahkan mengelupas? Banyak orang sering kali langsung menyimpulkan bahwa mereka memiliki jenis kulit kering.

Padahal, bisa jadi masalah utamanya bukanlah kekurangan minyak, melainkan kekurangan air.

Memahami secara mendalam mengenai beda kulit kering dan kulit dehidrasi adalah langkah penting sebelum Anda memutuskan untuk membeli produk skincare agar hasilnya efektif dan tidak sia-sia.

Kulit Kering: Sebuah Tipe Kulit Bawaan

Secara medis, kulit kering (dry skin) diklasifikasikan sebagai tipe kulit, sama halnya dengan kulit berminyak atau kombinasi. Jika Anda memiliki kulit kering, artinya kelenjar sebasea di bawah kulit Anda tidak memproduksi cukup minyak alami atau sebum.

Sebum sangat penting untuk menjaga elastisitas kulit dan mengunci kelembapan di lapisan luar.

Dilansir dari Healthline, kulit kering biasanya disebabkan oleh faktor genetik, perubahan hormon, atau faktor usia yang membuat produksi minyak alami menurun.

Ciri-ciri kulit kering yang paling umum adalah tekstur yang kasar, munculnya serpihan putih (mengelupas), kemerahan, dan pori-pori yang hampir tidak terlihat.

Ilustrasi Kulit Kering (unsplash/jones james)

Pemilik kulit kering membutuhkan produk berbasis minyak (oil-based) seperti facial oil atau pelembap berbahan dasar ceramide untuk menggantikan fungsi sebum yang hilang.

Kulit Dehidrasi: Kondisi Kulit yang Bisa Dialami Siapa Saja

Berbeda dengan kulit kering, kulit dehidrasi (dehydrated skin) bukanlah sebuah tipe kulit, melainkan suatu kondisi kulit sementara yang disebabkan oleh kurangnya kadar air di lapisan epidermis.

Baca Juga: 5 Sabun Mandi untuk Kulit Kering dan Bersisik bagi Pemilik Kulit Sensitif

Hal yang paling mengejutkan adalah pemilik kulit berminyak sekalipun bisa mengalami dehidrasi.

Dikutip dari Byrdie, kulit dehidrasi sering kali dipicu oleh faktor eksternal seperti cuaca ekstrem, terlalu sering terpapar AC, kurang minum air putih, hingga penggunaan sabun cuci muka yang terlalu keras sehingga merusak skin
barrier.

Ketika kulit dehidrasi, ia akan cenderung terlihat kusam, garis-garis halus lebih terlihat jelas, dan area bawah mata tampak gelap.

Dalam beberapa kasus, kulit dehidrasi justru akan memproduksi lebih banyak minyak untuk mengompensasi kekurangan air, yang sering kali memicu timbulnya jerawat.

Oleh karena itu, mengenali beda kulit kering dan kulit dehidrasi sangat penting agar Anda tidak salah memberikan "nutrisi" bagi kulit.

Cara Membedakannya dengan "Tes Cubit"

Bagaimana cara praktis untuk mengetahui kondisi kulit Anda saat ini? Anda bisa melakukan pinch test atau tes cubit. Cobalah cubit sedikit kulit di area pipi atau punggung tangan, lalu tahan selama beberapa detik.

Load More