- Retinol bisa dipakai kulit sensitif, tapi harus hati-hati.
- Mulai dari dosis rendah dan gunakan metode yang tepat.
- Jangan lupa pakai sunscreen agar kulit tetap aman.
Suara.com - Bagi pemilik kulit sensitif, mendengar kata "retinol" mungkin terasa sedikit mendebarkan.
Bahan aktif ini memang dikenal efektif mengatasi penuaan dini dan jerawat, namun dapat menjadi pemicu iritasi dan membuat orang yang memiliki kulit mudah merah atau perih menjadi ragu.
Ketakutan akan kulit yang mengelupas parah atau rasa terbakar memang beralasan, mengingat cara kerja bahan ini yang cukup intens.
Kabar baiknya, memiliki kulit sensitif bukan berarti harus menutup pintu sepenuhnya bagi retinol.
Kuncinya terletak pada pemahaman tentang jenis turunan yang digunakan serta metode aplikasi yang tepat untuk meminimalisir risiko.
Penting untuk diingat bahwa proses pengenalan bahan aktif pada kulit reaktif memerlukan kesabaran ekstra.
Mengapa Kulit Sensitif Perlu Ekstra Hati-Hati?
Melansir dari Healthline, retinol bekerja dengan cara mempercepat pergantian sel kulit dan merangsang produksi kolagen di bawah permukaan kulit.
Proses ini sangat efektif untuk memperbaiki tekstur dan warna kulit, namun bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, proses ini bisa memicu peradangan jika tidak dilakukan dengan benar.
Efek samping yang umum terjadi meliputi kekeringan, kemerahan, hingga pengelupasan ringan.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Serum Retinol yang Ampuh Hempas Kerutan dan Flek Hitam
Fenomena ini sering disebut sebagai masa retinisasi, yaitu periode penyesuaian di mana kulit berusaha beradaptasi dengan bahan aktif tersebut.
Bagi kulit sensitif, periode ini bisa terasa lebih berat jika tidak dibarengi dengan penggunaan pelembap yang memadai.
Cara agar Aman Menggunakan Retinol
Jika tetap ingin mencoba retinol meskipun kulit mudah bereaksi, beberapa metode berikut bisa membantu menjaga kulit tetap tenang.
1. Metode Sandwich
Ini adalah teknik yang sangat disarankan oleh para ahli. Caranya dengan mengoleskan pelembap terlebih dahulu, diikuti dengan retinol, lalu ditutup kembali dengan lapisan pelembap.
Lapisan pertama berfungsi sebagai penyangga (buffer) agar retinol tidak langsung menembus kulit secara agresif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Beda Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki, Jangan Sampai Keliru Memilihnya
-
Concealer untuk Mata Panda Warna Apa? Ini Tips Memilih dan 5 Rekomendasinya
-
5 Jenis Pompa Air Sesuai Kedalaman Sumur, Ketahui agar Tidak Salah Beli
-
Apakah Pompa Air Boleh Nyala Terus? Ini Cara Merawat yang Benar agar Awet
-
4 Kipas Angin Hemat Listrik yang Sejuk dan Ramah Tagihan Bulanan, Andalan saat Cuaca Panas
-
7 Jersey Original Murah Piala Dunia 2026: Mulai Rp300 Ribuan, Asli Adidas dan Nike!
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size
-
3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy
-
Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
-
3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional