- Feng Shui adalah praktik Tiongkok kuno untuk menata ruang guna mendatangkan keberuntungan melalui aliran energi positif.
- Ulama menyatakan haram mempercayai Feng Shui sebagai penentu nasib karena bertentangan dengan prinsip tauhid dan tawakkul.
- Umat Islam diperbolehkan menata rumah secara fungsional untuk kesehatan, namun dilarang melibatkan keyakinan mistis atau benda keberuntungan.
Suara.com - Feng Shui — sebuah praktik kuno dari Tiongkok yang berfokus pada penataan ruang, arah, dan elemen lingkungan untuk menghadirkan harmoni, aliran energi positif (qi), serta keberuntungan — kini semakin populer di kalangan masyarakat modern, termasuk di Indonesia. Banyak orang mengadopsinya untuk mendesain rumah, kantor, atau tempat usaha agar “lebih nyaman” dan “mendatangkan rezeki”.
Namun, sebagai umat Muslim, pertanyaan mendasar yang harus diajukan adalah: Apakah Islam boleh percaya Feng Shui, dan apakah itu sesuai dengan ajaran Islam?
Asal-Usul dan Prinsip Feng Shui
Feng Shui secara harfiah berarti “angin dan air”. Ia berakar pada filsafat Taoisme, konsep yin-yang, lima elemen (kayu, api, tanah, logam, air), serta aliran qi atau energi tak kasat mata.
Praktik ini meyakini bahwa penataan objek, arah hadap bangunan, posisi tempat tidur, atau penempatan cermin dan tanaman dapat memengaruhi nasib, kesehatan, kekayaan, dan hubungan seseorang.
Bagi sebagian penganutnya, Feng Shui bukan sekadar desain interior, melainkan sistem metafisik yang mengatur keberuntungan hidup.
Pandangan Islam terhadap Feng Shui
Mayoritas ulama dan ahli fiqih kontemporer menyatakan bahwa mempercayai Feng Shui sebagai penentu nasib atau sumber keberuntungan adalah haram.
Alasannya utama adalah karena bertentangan dengan prinsip utama Islam, yaitu Tauhid (keesaan Allah) dan Tawakkul (berserah diri sepenuhnya kepada Allah).
Baca Juga: 5 Kesalahan Parkir Mobil dan Motor di Garasi Menurut Feng Shui, Awas Kendaraan Sering Rusak
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Katakanlah: ‘Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah...’” (QS. Ali Imran: 154). Juga, “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. At-Thalaq: 3).
Keyakinan bahwa mengatur arah kompas atau meletakkan “kura-kura” di meja bisa mendatangkan rezeki berarti memberikan kekuasaan kepada selain Allah. Ini dapat jatuh ke dalam syirik kecil atau bahkan syirik besar jika diyakini secara mutlak.
Selain itu, Feng Shui sering dikaitkan dengan unsur ramalan (’arrafah) dan tathayyur (merasa sial karena arah atau benda tertentu), yang secara tegas dilarang Rasulullah SAW.
Beliau bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari” (HR. Muslim).
Mempercayai bahwa arah tertentu bisa “memblokir” rezeki sama saja dengan menggantungkan nasib pada hal-hal gaib selain ketetapan Allah.
Ada Batasan yang Perlu Dibedakan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prabowo Pimpin Rapat Karhutla Kalimantan: Siapa yang Bisa Kasih Saya Presentasi?
-
KPK Periksa Stafsus Menhut Raja Juli, Dalami Dugaan Suap Bupati Kuansing
-
Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan
-
Kredit Mobil Brio: Berapa Gaji Minimal yang Aman? Begini Simulasinya
-
Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera
-
Karhutla Kalimantan Makin Parah, Airlangga: Kegiatan Ekonomi Terganggu
-
9 Rekomendasi Skin Tint Ringan untuk Tampilan Segar dan Anti Dempul
-
KPK Bongkar Dugaan Rasuah di Pemkab Bogor, Upah Pungut hingga Pengadaan Barang Disorot
-
Krisis Air Bersih Meluas di Makassar, Ini Kecamatan Terdampak dan Cara Lapor
-
Sudah Disambut Baik, Pramono Anung Izinkan Warga Pati Demo di Jakarta: Itu Dijamin Demokrasi!