Lifestyle / Komunitas
Selasa, 26 Mei 2026 | 07:16 WIB
Ilustrasi puasa arafah dan qadha ramadan (ahmadi19/Pixabay)
Baca 10 detik
  • Mayoritas ulama membolehkan umat Islam menggabungkan niat puasa sunnah Arafah dengan kewajiban qadha puasa Ramadan pada 9 Zulhijah.
  • Praktik penggabungan niat ini sah secara hukum agar seseorang dapat menunaikan kewajiban sekaligus mengharapkan keutamaan puasa Arafah.
  • Niat puasa wajib harus dibaca sejak malam hari sebelum terbit fajar agar puasa qadha yang dilakukan dianggap sah.

Dalil Kewajiban Qadha Ramadan

Kewajiban mengganti puasa Ramadan terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:

“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka), maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain.” 

Ayat tersebut menjadi dasar bahwa qadha puasa Ramadan hukumnya wajib bagi orang yang meninggalkan puasa karena uzur syar’i.

Bacaan Niat Puasa Arafah Sekaligus Qadha Ramadan

Berikut bacaan niat puasa Arafah sekaligus qadha Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ وَالْقَضَاءِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin

Nawaitu shauma ‘Arafata wal qadha’i lillaahi ta’aalaa.

Baca Juga: Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah Hari Ini, Lengkap Doa dan Amalan Penghapus Dosa

Artinya

“Saya berniat puasa Arafah sekaligus mengqadha puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa niat utama cukup diarahkan untuk qadha Ramadan karena hukumnya wajib, sementara pahala puasa Arafah diharapkan mengikuti. 

Niat Puasa Qadha Ramadan Saja

Jika ingin memisahkan niat, berikut bacaan niat qadha Ramadan:

Tulisan Arab

Load More