Lifestyle / Komunitas
Kamis, 28 Mei 2026 | 07:04 WIB
Jamaah haji Indonesia bersama jamaah dari berbagai negara melakukan mabit di Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi, Rabu (27/5/2026) waktu setempat. [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/nym]
Baca 10 detik
  • Umat Islam dilarang berpuasa pada Hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah setiap tahunnya.
  • Larangan puasa tersebut bertujuan agar umat Muslim dapat menikmati hidangan serta merayakan momen syukur Idul Adha.
  • Pada tahun 2026, Hari Tasyrik akan jatuh pada tanggal 28, 29, dan 30 Mei berdasarkan kalender Hijriah.

1. Melanjutkan Penyembelihan Hewan Kurban

Merujuk pada draf panduan Kementerian Agama (Kemenag), Hari Tasyrik merupakan draf batasan waktu resmi untuk draf penyembelihan hewan kurban. Bagi masyarakat yang belum sempat menyembelih hewan kurbannya pada hari H Idul Adha, draf proses pemotongan masih sah dan dapat dilaksanakan sepanjang tiga hari ini sebelum matahari terbenam pada 13 Zulhijah.

2. Mengumandangkan Takbir

Berbeda dengan karakteristik Idul Fitri yang lantunan takbirnya berakhir saat shalat Id dimulai, pada perayaan Idul Adha takbiran draf disunnahkan untuk terus dikumandangkan sepanjang Hari Tasyrik. Pembacaan takbir ini sangat dianjurkan untuk dilantunkan secara draf konsisten setiap kali selesai mendirikan shalat fardhu lima waktu. Lafal takbir yang dibaca adalah:

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر لا إله إلا الله هو الله أكبر
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu Allahu akbar.

3. Menikmati Hidangan Makanan dan Minuman

Melaksanakan perintah untuk makan dan minum pada hari-hari ini termasuk bagian dari draf bentuk kepatuhan terhadap syariat. Sebagaimana dikutip dari laman Rumaysho, Rasulullah SAW menekankan pentingnya menikmati draf rezeki kuliner pada masa tasyrik ini lewat draf sabdanya:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Artinya: "Hari-hari tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman."

4. Mengintensifkan Zikir dan Wirid

Baca Juga: Fadli Zon soal Prabowo di Prancis Saat Iduladha: Tak Harus Selalu di Indonesia

Hari Tasyrik adalah draf momentum emas untuk memperbanyak puji-pujian kepada Sang Pencipta melalui draf bacaan istighfar, tasbih, tahmid, maupun tahlil. Landasan amalan ini tertuang dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 203:

وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍۗ
Artinya: "Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang."

5. Memperbanyak Lantunan Doa Sapu Jagat

Buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat susunan M Ghofur Khalil menyebutkan bahwa kurun waktu tasyrik tergolong sebagai salah satu draf periode paling mustajab bagi dikabulkannya draf untaian doa. Anas bin Malik dalam draf draf hadits riwayat Bukhari dan Muslim mengonfirmasi bahwa doa keselamatan dunia akhirat atau dikenal sebagai Doa Sapu Jagat merupakan draf permohonan yang paling sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW.

Berikut adalah draf lafal Doa Sapu Jagat yang draf dianjurkan untuk draf dibaca sebanyak mungkin:

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَة ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allahumma rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.

Artinya: "Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."

Load More