Lifestyle / Male
Rabu, 03 Juni 2026 | 18:25 WIB
Dadan Hindayana (Instagram.com/ittama.bgn)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional pada 2 Juni 2026.
  • Pencopotan terjadi menyusul adanya kritik terkait tata kelola, pemborosan anggaran, serta insiden keracunan program makan bergizi.
  • Kejaksaan Agung menjemput Dadan Hindayana beserta dua wakilnya untuk menjalani pemeriksaan hukum terkait dugaan penyimpangan anggaran.

Suara.com - Dadan Hindayana menjadi sorotan usai dicopot dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2 Juni 2026. Sebagai gantinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.

Nasib Dadan Hindayana tidak hanya dicopot, tetapi juga dijemput oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Situasi ini membuat publik banyak yang bertanya-tanya, Dadan Hindayana dari partai apa?

Jawabannya sederhana, Dadan Hindayana bukan kader partai politik mana pun. Dadan adalah akademisi dan pakar entomologi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang masuk pemerintahan melalui jalur profesional dan kedekatan personal dengan Presiden Prabowo Subianto.

Latar Belakang Akademik dan Karier Dadan Hidayana

Kepala BGN Dadan Hindayana. [Antara]

Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967. Ia lulus sarjana Pertanian IPB tahun 1990 sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.

Dadan kemudian melanjutkan magister di University of Bonn dan doktor di Leibniz Universität Hannover, Jerman, dengan fokus entomologi terapan atau ilmu serangga.

Sebelum menjadi Kepala BGN, Dadan dikenal sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB dan memiliki publikasi di jurnal internasional bereputasi.

Karier birokratinya dimulai saat ia dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional yang baru dibentuk. Pada 19 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Kepala BGN pertama.

Jabatan ini ia pegang hingga era Presiden Prabowo Subianto. BGN bertugas mengkoordinasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan Prabowo untuk mengatasi stunting dan gizi buruk.

Baca Juga: Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar

Hubungan Dadan Hindayana dengan Prabowo

Dadan Hindayana (Instagram)

Dadan Hindayana bukan berasal dari lingkaran politik Gerindra atau partai koalisi. Kedekatannya dengan Prabowo bermula dari urusan "pohon cemara udang" di rumah Prabowo yang terserang penyakit.

Sebagai ahli hama dan penyakit tanaman, Dadan diminta membantu mengobati pohon tersebut hingga sembuh. Hubungan ini kemudian berkembang menjadi diskusi kebijakan, terutama bidang pertanian dan gizi.

Melalui Menteri PPN Rachmat Pambudy yang merupakan rekan sesama akademisi IPB, nama Dadan masuk dalam pertimbangan Prabowo.

Ia termasuk salah satu dari sedikit pimpinan tinggi BGN yang bukan berlatar belakang militer atau kepolisian. Penunjukannya dianggap sebagai upaya membawa pendekatan ilmiah ke program MBG yang ambisius.

Selama memimpin BGN, program MBG menuai banyak kritik. Kasus keracunan massal berulang terjadi di berbagai daerah, memakan korban ratusan siswa.

Load More