- Dadan Hindayana adalah pakar entomologi lulusan Jerman yang dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 19 Agustus 2024.
- Ilmu entomologi yang dikuasai Dadan berfokus pada studi serangga untuk mendukung ketahanan pangan serta pengelolaan ekosistem pertanian nasional.
- Jabatan Dadan sebagai Kepala BGN berakhir pada 3 Juni 2026 setelah ditangkap Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi MBG.
Suara.com - Latar belakang Dadan Hindayana sebelum menjadi Kepala BGN ikut menjadi sorotan. Pasalnya, ia menekuni ilmu entomologi, alih-alih ilmu gizi yang menjadi jabatannya.
Lantas, apa itu entomologi?
Entomologi adalah cabang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari serangga (insecta). Kata "entomologi" berasal dari bahasa Yunani, yaitu entomon yang berarti serangga dan logos yang berarti ilmu atau pengetahuan.
Ilmu ini mencakup berbagai aspek kehidupan serangga, mulai dari struktur tubuh, fisiologi, siklus hidup, perilaku, ekologi, hingga interaksi mereka dengan lingkungan, tanaman, hewan, dan manusia.
Meskipun serangga hanya merupakan salah satu kelas dalam filum Arthropoda, jumlah spesiesnya mencapai lebih dari satu juta dan diperkirakan masih banyak yang belum teridentifikasi.
Entomologi terbagi menjadi beberapa sub-bidang, seperti entomologi terapan, yang fokus pada pemanfaatan atau pengendalian serangga untuk kepentingan manusia.
Contohnya adalah pengendalian hama tanaman, pengembangan serangga sebagai agen biologi, studi vektor penyakit seperti nyamuk pembawa malaria atau demam berdarah, hingga pemanfaatan serangga dalam industri pangan dan lingkungan.
Di bidang pertanian, entomologi sangat krusial karena serangga dapat berperan sebagai hama yang merusak tanaman sekaligus sebagai predator alami yang membantu mengendalikan populasi hama lainnya.
Di Indonesia, yang memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi, entomologi memegang peranan penting dalam ketahanan pangan dan perlindungan lingkungan.
Baca Juga: Berapa Korupsi Dadan Hindayana? Eks Kepala BGN yang Jadi Tersangka Suap MBG
Penelitian entomologi membantu petani mengurangi ketergantungan pada pestisida kimiawi melalui pengendalian hayati, seperti menggunakan serangga predator atau parasitoid.
Selain itu, ilmu ini juga berkontribusi pada studi keanekaragaman hayati dan konservasi.
Salah satu tokoh Indonesia yang mendalami ilmu ini adalah Dr. Ir. Dadan Hindayana. Lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967, Dadan Hindayana dikenal sebagai pakar entomologi sebelum terjun ke dunia birokrasi sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pertama pada 19 Agustus 2024.
Perjalanan akademik Dadan Hindayana sangat kuat di bidang ini. Ia lulus S1 Proteksi Tanaman (Hama dan Penyakit Tumbuhan) di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1990 sebagai lulusan terbaik.
Kemudian, ia melanjutkan studi S2 Entomologi Terapan di University of Bonn, Jerman (lulus 1997), dan meraih gelar Doktor (S3) di Leibniz Universität Hannover, Jerman, pada tahun 2000 dengan fokus pada entomologi terapan, khususnya interaksi predator serangga.
Sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB, Dadan aktif melakukan penelitian. Beberapa karyanya meliputi studi tentang keanekaragaman serangga Ordo Coleoptera di area reklamasi pascatambang batubara, preferensi serangan tikus sawah, serta berbagai penelitian tentang hama dan musuh alaminya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Kasus Pindah ke Kejagung, Status Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tetap Dicekal Imigrasi
-
Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Valuasi Murah dan Dividen Tetap Menarik
-
Dirjen Imigrasi Pastikan Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Berlaku
-
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight