- Ekonom senior Chatib Basri diisukan menjadi kandidat Menteri Keuangan.
- Namun, pemerintah telah membantah keras adanya reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini.
- Hubungan Chatib Basri dan mendiang Faisal Basri pun ikut ramai dibahas.
Suara.com - Muhammad Chatib Basri, ekonom senior Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2013-2014), kembali menjadi sorotan publik. Namanya ramai diisukan sebagai kandidat pengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Isu ini muncul di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level rendah, memicu spekulasi reshuffle kabinet. Meski Istana dan Purbaya sendiri telah membantah keras rumor tersebut, nama Chatib Basri tetap menjadi bahan diskusi hangat.
Tak sedikit pula yang bertanya: Chatib Basri ini siapanya Faisal Basri? Pasalnya, nama belakang keduanya sama, ditambah mereka sama-sama merupakan ekonom terkemuka dari Universitas Indonesia (UI).
Faktanya, hubungan mereka lebih dari sekadar rekan seprofesi. Chatib Basri dan Faisal Basri (yang meninggal dunia pada 5 September 2024) adalah sahabat dekat dan sesama intelektual yang sering berkolaborasi.
Chatib pernah mengenang Faisal dengan panggilan khusus “Bang Faisal”. Ia menyebut Faisal sebagai lentera perubahan, ekonom yang berani mengawal pembangunan dengan keberpihakan pada demokrasi dan keadilan.
Keduanya pernah terlibat dalam berbagai kajian ekonomi, termasuk tinjauan triwulanan perekonomian Indonesia bersama Mohamad Ikhsan.
Chatib Basri lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965. Ia anak dari Chairul Basri (kakak sastrawan Asrul Sani) yang berasal dari Rao, Pasaman, Sumatera Barat.
Latar belakang keluarga Minangkabau ini membentuknya sebagai sosok yang multidisiplin. Semasa kecil, ia lebih tertarik pada politik, sastra, dan seni—bahkan sempat main teater di Taman Ismail Marzuki—sebelum mendalami ekonomi.
Chatib menamatkan S1 Ekonomi di UI (1992), kemudian melanjutkan Master of Economic Development (1996) dan Ph.D. Ekonomi (2001) di Australian National University (ANU).
Baca Juga: Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
Karier Chatib gemilang. Ia pernah menjadi peneliti dan dosen di FEUI, Kepala BKPM (2012-2013), hingga Menteri Keuangan.
Pengalamannya di level internasional sangat kuat seperti Sherpa Indonesia untuk G20, Deputi Menkeu untuk G20, dan berbagai posisi visiting scholar di Harvard Kennedy School serta ANU.
Saat ini, ia menjabat Komisaris Utama Bank Mandiri, Presiden Komisaris XL Axiata, anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), dan terlibat di berbagai lembaga global seperti Pandemic Fund.
Keahliannya di makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik membuatnya sering dimintai masukan oleh pemerintah.
Sementara itu, Faisal Basri (1959-2024) adalah ekonom kritis yang dikenal vokal. Alumnus UI dan Vanderbilt University ini pendiri INDEF, dosen FEUI, dan pernah aktif di politik sebagai Sekjen PAN pertama.
Ia kerap mengkritik kebijakan pemerintah demi transparansi dan keadilan. Meski berbeda gaya—Faisal lebih frontal, Chatib lebih diplomatis—keduanya saling melengkapi sebagai suara intelektual Indonesia. Chatib pernah menyatakan Indonesia kehilangan Faisal yang berperan besar sebagai kritikus pembangunan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan