- Chatib Basri pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2013-2014.
- Nama Chatib Basri kembali mencuat setelah dikaitkan dalam pertimbangan posisi strategis di kabinet Presiden Prabowo Subianto saat ini.
- Ia memiliki rekam jejak sebagai akademisi serta Kepala BKPM yang dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi.
Suara.com - Chatib Basri Menteri Keuangan era siapa? Nama ini kembali menjadi sorotan publik setelah namanya disebut-sebut masuk dalam pertimbangan Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi posisi strategis di kabinet.
Chatib Basri diketahui pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Rumor yang beredar dalam beberapa hari terakhir bahkan menyebut mantan Menteri Keuangan tersebut berpeluang menggantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah isu reshuffle dan tekanan terhadap perekonomian nasional.
Meski kabar tersebut telah dibantah oleh pihak Istana maupun Purbaya sendiri, nama Chatib Basri tetap menjadi perbincangan karena rekam jejaknya sebagai salah satu ekonom paling berpengaruh di Indonesia.
Chatib Basri Menteri Keuangan Era SBY
Chatib Basri diketahui pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ia menduduki kursi Menteri Keuangan pada periode 21 Mei 2013 hingga 20 Oktober 2014, menggantikan Agus Martowardojo yang saat itu ditunjuk menjadi Gubernur Bank Indonesia. Chatib menjadi Menteri Keuangan terakhir di era Kabinet Indonesia Bersatu II sebelum pemerintahan SBY berakhir.
Presiden SBY secara resmi menunjuk Muhammad Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan pada Mei 2013. Saat itu, Chatib menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan dinilai berhasil mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia.
SBY menyebut pengalaman Chatib di bidang ekonomi, investasi, serta keterlibatannya dalam berbagai forum internasional menjadi pertimbangan utama dalam penunjukan tersebut. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, ia juga pernah menjadi staf khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan menangani berbagai tugas terkait G20.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis
Dalam kabinet SBY, Chatib menggantikan Agus Martowardojo yang beralih ke Bank Indonesia. Ia kemudian memimpin Kementerian Keuangan hingga akhir masa pemerintahan SBY pada Oktober 2014.
Rekam Jejak Pendidikan dan Karier
Muhammad Chatib Basri lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar Master of Economic Development serta PhD dari Australian National University.
Karier profesionalnya dimulai sebagai peneliti dan akademisi. Ia pernah menjadi asisten peneliti di Australian National University serta dosen dan peneliti di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Selain itu, Chatib juga aktif sebagai konsultan untuk berbagai lembaga internasional, termasuk World Bank, Asian Development Bank (ADB), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), hingga International Monetary Fund (IMF).
Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Chatib menjabat sebagai Kepala BKPM. Pada masa kepemimpinannya, investasi menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ketika ekspor mengalami perlambatan akibat kondisi ekonomi global.
Berita Terkait
-
Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi
-
Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
-
Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Sibuk Bolak-Balik Jakarta-Bali, Ini Standar Hunian Nyaman dan Fungsional Versi Christian Sugiono
-
Praktis Dibawa Berpergian! 4 Brightening Cleansing Wipes Buat Wajah Cerah
-
Tanpa Pelantikan, Prabowo Resmi Angkat Kuntadi sebagai Jampidsus
-
7 Motor Kuat Nanjak dan Angkat Barang Berat tapi Irit Bensin, Harga 5 Jutaan
-
Bisakah Label dan Pajak Karbon pada Pangan Tekan Emisi Tanpa Bebani Konsumen? Peneliti Ungkap Ini
-
4 Ide OOTD Romantic Soft Girl ala A-na Hearts2Hearts yang Super Gemas!
-
Purbaya Tegaskan Kebijakan Layer Tarif Cukai Rokok Berlaku Tahun Ini, Tinggal Tunggu DPR
-
Jadwal Perempat Final VNL Putri 2026, 22-23 Juli: Brasil Hadapi Jepang
-
Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Batal Tangkap Benjamin Netanyahu, Kenapa?
-
Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya