Bisnis / Makro
Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan menyatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS berdampak buruk bagi para pedagang tahu dan tempe.
  • Ketergantungan impor kedelai menyebabkan biaya produksi melonjak sehingga margin keuntungan pedagang menipis atau harga jual naik.
  • Pemerintah berkoordinasi dengan Bank Sentral untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter guna memperkuat nilai tukar rupiah.

Suara.com - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui bahwa pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat telah berdampak kepada para pedagang tahu dan tempe.

Pasalnya, bahan bakunya yang merupakan kedelai masih harus diimpor dari luar negeri.

Berdasarkan laporan yang diterimanya para pengusaha tahu dan tempe kini harus merelakan margin keuntungan yang menipis

"Kan saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga. Karena bahan-bahannya masih diimpor, yang jelas itu kan menaikkan cost of production mereka," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Sabtu (6/6/2026).

Dampak nyata di sektor riil ini sejalan dengan gejolak yang terjadi di pasar keuangan.

Berdasarkan data penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026), mata uang Garuda terpantau melemah 0,86 persen dalam sepekan terakhir hingga terperosok ke level Rp 18.036 per dolar AS.

Ilustrasi Pedagang Tempe. (Antara)

Atas situasi tersebut, pemerintah ditegaskannya tengah berupaya untuk menguatkan rupiah.

Dalam prosesnya, pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Bank Sentral agar kebijakan moneter dan fiskal dapat berjalan sinkron serta memberikan dampak yang lebih signifikan bagi perekonomian nasional.

Menurutnya, sinergi penuh dan keterpaduan kebijakan tersebut diyakini mampu memulihkan kepercayaan pasar terhadap mata uang Garuda.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

"Sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan tidak akan melemahkan ke level yang lebih tinggi dari sekarang, yang penting adalah kita ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif dari rupiah," kata Purbaya.

Load More