Bisnis / Makro
Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa malah menyudutkan Bloomberg saat media tersebut melaporkan soal hilangnya kepercayaan investor pada pemerintah Indonesia. [Antara]
Baca 10 detik
  • Bloomberg melaporkan investor global ramai-ramai Sell Indonesia  akibat menurunnya kepercayaan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum fokus untuk menjawab masalah turunnya kepercayaa investor dan masih bicara soal kondisi fiskal serta ekonomi nasional yang tetap stabil.
  • Pemerintah bersama Bank Indonesia meningkatkan koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menarik modal.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terus saja denial menanggapi tren Sell Indonesia yang dilaporkan oleh media ekonomi terkemuka dunia Bloomberg pada pekan ini.

Dalam laporan itu Bloomberg melaporkan bahwa para investor global kini ramai-ramai melepas saham, surat berharga dan aset lain yang berkaita dengan Indonesia. Alhasil aliran modal asing yang keluar dari Indonesia sangat besar; rupiah kini menjadi salah satu mata uang dengan penurunan nilai tukar paling besar di dunia; dan IHSG terus saja anjlok.

Dijelaskan pula dalam artikel tersebut, alasan utama adanya tren melepas saham-saham dan aset Indonesia lain oleh para investor lebih kepada tergerusnya kepercayaan pada pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Tapi alih-alih fokus pada isi laporan - misalnya membeberkan langkah untuk mengembalikan kepercayaan investor ke rezim dan kebijakan ekonomi Presiden Prabowo - Purbaya malah menuding para jurnalis media tersebut "tidak mengenal Indonesia."

"Itu trend jual Indonesia saya baca di Bloomberg ya. Itu salah satu penulis mungkin yang enggak tahu keadaan Indonesia seperti apa," kata Purbaya saat ditemui wartawan di Jakarta pada Sabtu (6/6/2026).

Purbaya merujuk pada laporan APBN Kita yang baru dirilis pada Jumat (5/6/2026). Ia menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini tetap aman dan terkendali.

"Makanya kemarin saya percepat itu APBN kita untuk penyelidikan ke pasar, bahwa kondisi fiskal kita baik, ekonominya kita juga cukup kuat, sehingga nanti lama-lama sentiment negatif itu bisa hilang," kata dia.

Purbaya meminta para investor untuk melihat situasi secara lebih mendalam dan memahami kondisi ekonomi riil yang terjadi. Ia menegaskan bahwa saat ini kondisi fiskal dan perekonomian nasional berada dalam keadaan yang baik.

"Kepemimpinan Bapak Presiden (Prabowo) masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan," katanya.

Baca Juga: Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah

Sebelumnya pada Sabtu pagi di Gedung DPR, Jakarta Purbaya dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan akan meningkatkan koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Pemerintah dan BI akan melakukan dua langkah untuk mendukung stabilitas rupiah.‎ Pertama adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik guna mendorong kembali masuknya aliran modal asing (inflow).‎

Kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia, disertai peningkatan remunerasi yang dibayarkan BI kepada pemerintah.

Load More