- Bloomberg melaporkan investor global ramai-ramai Sell Indonesia akibat menurunnya kepercayaan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum fokus untuk menjawab masalah turunnya kepercayaa investor dan masih bicara soal kondisi fiskal serta ekonomi nasional yang tetap stabil.
- Pemerintah bersama Bank Indonesia meningkatkan koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menarik modal.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terus saja denial menanggapi tren Sell Indonesia yang dilaporkan oleh media ekonomi terkemuka dunia Bloomberg pada pekan ini.
Dalam laporan itu Bloomberg melaporkan bahwa para investor global kini ramai-ramai melepas saham, surat berharga dan aset lain yang berkaita dengan Indonesia. Alhasil aliran modal asing yang keluar dari Indonesia sangat besar; rupiah kini menjadi salah satu mata uang dengan penurunan nilai tukar paling besar di dunia; dan IHSG terus saja anjlok.
Dijelaskan pula dalam artikel tersebut, alasan utama adanya tren melepas saham-saham dan aset Indonesia lain oleh para investor lebih kepada tergerusnya kepercayaan pada pemerintah Presiden Prabowo Subianto.
Tapi alih-alih fokus pada isi laporan - misalnya membeberkan langkah untuk mengembalikan kepercayaan investor ke rezim dan kebijakan ekonomi Presiden Prabowo - Purbaya malah menuding para jurnalis media tersebut "tidak mengenal Indonesia."
"Itu trend jual Indonesia saya baca di Bloomberg ya. Itu salah satu penulis mungkin yang enggak tahu keadaan Indonesia seperti apa," kata Purbaya saat ditemui wartawan di Jakarta pada Sabtu (6/6/2026).
Purbaya merujuk pada laporan APBN Kita yang baru dirilis pada Jumat (5/6/2026). Ia menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini tetap aman dan terkendali.
"Makanya kemarin saya percepat itu APBN kita untuk penyelidikan ke pasar, bahwa kondisi fiskal kita baik, ekonominya kita juga cukup kuat, sehingga nanti lama-lama sentiment negatif itu bisa hilang," kata dia.
Purbaya meminta para investor untuk melihat situasi secara lebih mendalam dan memahami kondisi ekonomi riil yang terjadi. Ia menegaskan bahwa saat ini kondisi fiskal dan perekonomian nasional berada dalam keadaan yang baik.
"Kepemimpinan Bapak Presiden (Prabowo) masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan," katanya.
Baca Juga: Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah
Sebelumnya pada Sabtu pagi di Gedung DPR, Jakarta Purbaya dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan akan meningkatkan koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga nilai tukar rupiah.
Pemerintah dan BI akan melakukan dua langkah untuk mendukung stabilitas rupiah. Pertama adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik guna mendorong kembali masuknya aliran modal asing (inflow).
Kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia, disertai peningkatan remunerasi yang dibayarkan BI kepada pemerintah.
Berita Terkait
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga
-
Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah
-
Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun