- Profil Ferry Latuhihin disorot usai prediksi dolar AS tembus 25 ribu rupiah.
- Mantan ekonom BII ini sebut pelemahan rupiah dipicu beban utang besar.
- Prediksi profil Ferry Latuhihin terbukti saat IHSG anjlok pada Juni 2026.
Suara.com - Cuplikan video mengenai Ferry Latuhihin baru-baru ini viral di media sosial berkat prediksi serta analisanya yang cukup berani. Pendidikan, jejak karier, serta profil Ferry Latuhihin membuktikan bahwa ia bukan orang sembarangan.
Saat berbincang melalui kanal YouTube "Prof. Rhenald Kasali" tiga bulan lalu, ia sudah memprediksi bahwa dolar akan semakin menguat dengan cepat sementara rupiah melemah.
Profesor Rhenald Kasali bahkan menjulukinya sebagai "Ekonom Nyentrik dengan Prediksi Ngeri".
Ferry Latuhihin memang kerap berseberangan dengan "hype" yang ada pada beberapa momen tertentu.
Sebagai pengingat, Ferry Latuhihin sering tak setuju dengan Purbaya meski sebagian masyarakat sempat mengelu-elukan Menkeu RI tersebut.
Sejak Purbaya dilantik, Ferry mengungkap bahwa Purbaya tak cocok menggantikan Sri Mulyani.
Perlu diketahui, IHSG berada pada laju positif mulai Juni 2025 hingga 20 Januari 2026.
Pada tahun lalu, Ferry Latuhihin sempat memprediksi bila IHSG akan crash karena hanya didorong oleh spekulasi ketimbang fundamental perusahaan.
Prediksi Ferry terbukti mengingat sejak Januari, IHSG anjlok dari angka 9 ribuan ke 5 ribuan per 5 Juni 2026.
Baca Juga: Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
Ferry Latuhihin mengungkap bahwa Indonesia akan mengalami tekanan hebat apabila rupiah melemah di atas 20 ribu.
"Seandainya dolar ini Prof Rhenald lari ke atas 20.000. The probability is high bahwa rupiah akan terus under pressure," kata Ferry Latuhihin dikutip dari kanal YouTube Prof. Rhenald Kasali pada Minggu (7/6/2026).
Menurut Ferry Latuhihin, salah satu penyebab rupiah melemah karena beban utang Indonesia terlalu besar.
Deretan penyebab lain adalah kinerja ekspor terhambat (stagnan) serta kondisi ekonomi makro yang memburuk.
Pada kanal YouTube Topo Santoso Official yang tayang bulan ini, Ferry bahkan memprediksi bila dolar AS tembus Rp22-25 ribu sebentar lagi.
"Ramalan saya bisa 22.000 sampai 25.000 di semester kedua. Prediksi saya ini Prof Topo ya ini Juli-Agustus bukan tidak mungkin dolar itu ke 22.000 sampai 25.000. Kalau sampai itu di-downgrade oleh apalagi oleh S&P ya yang paling kuat ya dari tiga itu S&P, Moody's, and Fitch itu kan, itu dolar bisa ke 25.000 loh bos," ungkap Ferry.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Sunscreen Moell untuk Usia Berapa? Cek Klaim, Harga, dan Review Pembeli
-
UU Tipikor Dianggap Masih Abaikan Pemenuhan HAM, Kasus Eks Jampidsus hingga MBG Jadi Sorotan
-
Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp30 Jutaan, Selain Fitur AI Ada Apa Lagi?
-
Resmi Meluncur, Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, dan Flip8 Meluncur, AI Ubah Masa Depan HP Lipat
-
Kejutan Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Vozinha Gusur Unai Simon, Spanyol dan Prancis Dominan
-
Dibanding Beri Denda ke Pindar, KPPU Diminta Utamakan Pencegahan
-
Amankan Aksi Cipayung Plus dan Ojol, Polda Metro Turunkan Ratusan Personel di Jakpus
-
IHSG Bangkit Lagi di Awal Sesi ke Level 6.300, Pantau TPIA
-
Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin: Orang yang Tinggalkan Partainya Nggak Pernah Jadi Besar
-
Mamuju Tengah Usulkan Lahan Baru Sekolah Rakyat