- Emas bisa menjadi investasi jangka panjang maupun aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.
- Pada Selasa, 9 Juni 2026, harga 1 gram emas batangan Antam (Logam Mulia) berada di kisaran Rp2.743.000
- Harga ini dapat sedikit berbeda tergantung penyedia, seperti Pegadaian, Antam resmi, atau toko emas lainnya.
Suara.com - Harga emas selalu menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia, baik sebagai investasi jangka panjang maupun aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pada Selasa, 9 Juni 2026, harga 1 gram emas batangan Antam (Logam Mulia) berada di kisaran Rp2.743.000 untuk harga dasar, atau sekitar Rp2.749.858 jika sudah termasuk pajak PPh 0,25 persen.
Harga ini dapat sedikit berbeda tergantung penyedia, seperti Pegadaian, Antam resmi, atau toko emas lainnya.
Harga spot emas dunia saat ini berada di sekitar USD 4.327 per ons, yang jika dikonversi ke per gram dan kurs rupiah (sekitar Rp 18.088 per USD) menghasilkan nilai sekitar Rp2.523.000 - Rp2.525.000 per gram.
Harga jual emas Antam biasanya lebih tinggi karena mencakup biaya produksi, sertifikat, dan margin penjualan.
Sementara harga buyback (beli kembali) biasanya lebih rendah, misalnya di Pegadaian sekitar Rp2,5 juta - Rp2,6 juta per gram tergantung kondisi emas.
Mengapa Harga Emas Naik-Turun?
Harga emas sangat dinamis dan dipengaruhi banyak faktor global maupun lokal:
1. Harga Emas Dunia: Emas diperdagangkan dalam dolar AS per ons di pasar internasional. Kenaikan harga dunia langsung memengaruhi Indonesia.
2. Kurs Rupiah terhadap Dolar AS: Saat rupiah melemah, harga emas dalam rupiah cenderung naik karena emas diimpor atau dihargai dalam mata uang asing.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini: Antam Mulai Naik, Emas Lain Ada yang Turun
3. Inflasi dan Kebijakan Moneter: Inflasi tinggi membuat emas menjadi pilihan aman. Kebijakan suku bunga The Fed (bank sentral AS) juga berpengaruh besar. Suku bunga tinggi biasanya menekan harga emas, sementara suku bunga rendah mendorong kenaikan.
4. Ketidakpastian Geopolitik dan Ekonomi Global: Konflik, resesi, atau ketegangan perdagangan mendorong investor ke emas sebagai safe haven (aset aman).
5. Permintaan dan Penawaran: Permintaan emas untuk perhiasan (terutama di India dan China), industri, serta cadangan bank sentral memengaruhi harga. Di Indonesia, permintaan emas batangan untuk investasi dan tabungan emas digital juga tinggi.
Keuntungan Investasi Emas
Emas dikenal sebagai investasi yang tahan lama. Selama satu tahun terakhir, harga emas di Indonesia telah naik signifikan, mencapai puluhan persen di beberapa periode.
Berbeda dengan saham atau properti yang fluktuatif, emas cenderung stabil dan likuid. Anda bisa membeli emas fisik di Antam, Pegadaian, atau platform digital seperti Pluang dan Tokopedia Emas.
Namun, ada risiko. Harga bisa turun sementara, dan ada biaya penyimpanan serta selisih jual-beli (spread).
Untuk pemula, tabungan emas digital atau reksa dana emas bisa menjadi pilihan yang lebih terjangkau karena minimal pembelian rendah dan tanpa khawatir penyimpanan fisik.
Tips Membeli Emas Hari Ini
- Cek Harga Resmi: Selalu kunjungi situs resmi Antam, Pegadaian, atau Logam Mulia sebelum membeli.
- Pilih Pecahan Sesuai Kebutuhan: 1 gram cocok untuk pemula atau hadiah. Pecahan lebih besar (5g, 10g, 100g) biasanya lebih hemat per gram.
- Perhatikan Sertifikat: Pastikan emas memiliki sertifikat asli untuk menghindari emas palsu.
- Diversifikasi: Jangan taruh semua dana di emas. Campur dengan investasi lain seperti saham, deposito, atau reksa dana.
- Pantau Tren: Ikuti berita ekonomi global untuk memprediksi pergerakan harga.
Harga emas 1 gram hari ini sekitar Rp2,74 juta menunjukkan tren yang relatif stabil di level tinggi. Bagi yang berencana investasi, sekarang bisa menjadi waktu yang tepat jika Anda memiliki dana dan perspektif jangka panjang (minimal 3-5 tahun). Emas bukan hanya barang mewah, tapi juga pelindung kekayaan di masa sulit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun
-
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI
-
WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali
-
Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi
-
Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung