Suara.com - Di tengah pembicaraan soal banjir, kemacetan, dan pembangunan infrastruktur, ada satu isu yang sering luput dari perhatian dalam pembangunan kota: taman dan ruang terbuka hijau.
Padahal, bagi sebagian warga perkotaan, ruang hijau bukan lagi sekadar tempat rekreasi, melainkan ruang untuk bernapas di tengah ritme kota yang semakin padat.
Keresahan itu yang mendorong lahirnya komunitas Ayo ke Taman. Berangkat dari pengalaman sehari-hari hidup di kota yang semakin panas dan bising, komunitas ini mencoba mengajak warga melihat taman bukan sebagai pelengkap kota, tetapi bagian penting dari kualitas hidup.
Koordinator Ayo ke Taman, Akhsan Inantama, mengatakan ruang terbuka hijau selama ini masih sering diposisikan sebagai kebutuhan tersier, baik dalam percakapan publik maupun prioritas pembangunan.
Padahal, menurutnya, taman memiliki fungsi yang jauh lebih besar dari sekadar ruang estetika.
“Kalau Jakarta adalah tubuh yang lelah, taman itu seperti kanopi untuk teman-teman beristirahat,” ujar Akhsan.
Baginya, pengalaman berada di taman menawarkan sesuatu yang tidak selalu bisa ditemukan di ruang komersial.
Ketika banyak warga memilih menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan untuk mencari udara sejuk, taman menghadirkan pengalaman yang berbeda: suara burung, angin yang bergerak di sela pepohonan, dan ruang untuk berhenti sejenak dari kebisingan kota.
“Kadang kita capek dengan suara klakson, tapi di taman kita bisa dengar suara satwa,” katanya.
Akhsan memahami mengapa mal menjadi tujuan utama warga kota hari ini. Suhu yang semakin panas dan keterbatasan ruang publik membuat ruang tertutup terasa lebih nyaman.
Namun menurutnya, Jakarta masih memiliki sejumlah ruang hijau yang dapat dimanfaatkan jika kualitas dan aksesnya terus diperbaiki.
Karena itu, komunitas Ayo ke Taman tidak hanya mengajak warga datang ke taman. Mereka juga mencoba membangun ruang percakapan.
Lewat kegiatan seperti riset, lokakarya, hingga pemetaan partisipatif, komunitas ini mencari orang-orang yang memiliki keresahan serupa terhadap minimnya ruang hijau dan kualitas ruang publik di kota.
“Sebenarnya kita ingin mencari orang-orang yang punya kegelisahan yang sama supaya ada teman untuk menyuarakan itu,” kata Akhsan.
Bagi mereka, membangun komunitas warga yang peduli menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan yang lebih besar.
Berita Terkait
-
Demi Konten 'Jualan Miras' di Taman Mataram, Kreator TikTok Ini Kena Semprot Satpol PP Jaksel
-
Bikin Pangling, Trotoar Darurat MRT Bundaran HI Disulap Jadi Taman Labirin
-
120 Rumah di Tamansari Tak Punya Septic Tank
-
IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan