- Warga Bumi Tridharma Pondok Labu Jakarta Selatan kesulitan air bersih akibat kemarau panjang sejak Agustus 2026.
- Debit air pompa warga menurun drastis sehingga air hanya mengalir sangat kecil pada waktu Subuh.
- Kelurahan dan BPBD menyalurkan bantuan seribu liter air bersih ke toren warga untuk penopang sementara.
Suara.com - Kemarau panjang mulai membuat warga kawasan permukiman Bumi Tridharma, Pondok Labu, Jakarta Selatan, kesulitan mendapatkan air bersih.
Patricia, warga Jalan Tridharma X RT 02 RW 08, Kelurahan Pondok Labu, mengaku harus mengatur waktu untuk mendapatkan pasokan air dari pompa di rumahnya. Debit air yang keluar dari pompa menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir.
“Keadaannya tuh yang paling buruk aku rasain 2 minggu terakhir sih. Sebelumnya sebenarnya dari Agustus sudah, cuman paling buruk itu 2 minggu terakhir,“ ungkapnya, Selasa (15/9/2026).
Menurut Patricia, air dari pompa kini hanya keluar pada waktu tertentu. Bahkan, pada siang hingga malam hari, air nyaris tidak mengalir.
“Keluar airnya kecil dan kalau di rumahku adanya itu kalau kami nyalain pompanya itu pas Subuh. Jadi kalau jam 10 atau jam 12 malam itu tetap nggak ada,“ tuturnya.
Kondisi tersebut membuat warga harus mengandalkan waktu Subuh untuk menampung air sebelum aktivitas penggunaan air meningkat.
“Kalau di rumahku ya, paginya nggak ada, siang nggak ada. Jadi baru ada itu pas Subuh gitu. Mungkin pas orang-orang nggak pakai,“ lanjut Patricia.
Patricia mengatakan persoalan utama bukan pada kualitas air, melainkan volumenya yang sangat minim. Air yang keluar dari pompa masih terlihat jernih.
“Airnya bagus, but kecil banget. Volumenya kecil sekali,“ jelas Patricia.
Keluhan warga kemudian mendapat respons dari Kelurahan Pondok Labu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Petugas menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga selama kondisi tersebut berlangsung.
Sebanyak 1.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah wadah penampungan atau toren milik warga, termasuk di rumah Patricia.
Bantuan itu menjadi penopang sementara bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.