- Masyarakat Indonesia masih menggunakan kalender Jawa untuk menentukan weton berdasarkan tanggal, bulan, serta tahun kelahiran seseorang.
- Weton dapat diketahui melalui kalender fisik atau aplikasi digital dengan menggabungkan hari lahir dan pasaran Jawa.
- Tradisi primbon Jawa menggunakan perhitungan jumlah neptu untuk memberikan gambaran mengenai karakter dan watak setiap individu.
Suara.com - Masih banyak masyarakat yang mencari cara mengetahui weton dari tanggal lahir dan tahun karena berkaitan dengan tradisi Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.
Weton kerap digunakan dalam berbagai perhitungan adat, mulai dari menentukan hari baik hingga mencocokkan pasangan menurut primbon Jawa.
Meski berasal dari budaya tradisional, informasi mengenai weton masih cukup populer dan sering dicari di internet hingga saat ini.
Lalu, bagaimana cara mengetahui weton berdasarkan tanggal lahir dan apakah cukup menggunakan tahun kelahiran saja?
Cara Mengetahui Weton dari Tanggal Lahir
Cara paling mudah mengetahui weton adalah dengan mencocokkan tanggal lahir pada kalender Jawa.
Saat ini, kalender Jawa dapat ditemukan dalam bentuk cetak maupun digital sehingga proses pencarian weton menjadi lebih praktis dibandingkan sebelumnya.
Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
- Siapkan tanggal lahir lengkap, meliputi tanggal, bulan, dan tahun kelahiran.
- Buka kalender Jawa yang memuat informasi hari pasaran.
- Cari tanggal lahir yang ingin diketahui wetonnya.
- Perhatikan hari dan pasaran yang tercantum pada tanggal tersebut.
- Gabungan keduanya merupakan weton kelahiran.
Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada hari Selasa dengan pasaran Legi memiliki weton Selasa Legi. Sementara orang yang lahir pada hari Jumat dengan pasaran Kliwon memiliki weton Jumat Kliwon.
Selain menggunakan kalender Jawa, saat ini tersedia berbagai situs dan aplikasi yang dapat membantu menghitung weton secara otomatis hanya dengan memasukkan tanggal lahir.
Baca Juga: Kenapa Weton Tulang Wangi Tidak Boleh Keluar saat Malam 1 Suro? Ahli Spiritual Beri Peringatan!
Cara Mengetahui Watak Berdasarkan Weton
Dalam tradisi primbon Jawa, weton tidak hanya digunakan untuk mengetahui hari kelahiran seseorang, tetapi juga dipercaya dapat memberikan gambaran mengenai karakter atau watak yang dimiliki.
Untuk mengetahui watak berdasarkan weton, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung jumlah neptu. Neptu diperoleh dari penjumlahan nilai hari lahir (dino) dan nilai pasaran Jawa.
Berikut nilai masing-masing hari dalam kalender Jawa:
- Minggu: 5
- Senin: 4
- Selasa: 3
- Rabu: 7
- Kamis: 8
- Jumat: 6
- Sabtu: 9
Sementara nilai pasaran Jawa adalah sebagai berikut:
- Legi: 5
- Pahing: 9
- Pon: 7
- Wage: 4
- Kliwon: 8
Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Kamis Legi memiliki neptu sebesar 13. Nilai tersebut diperoleh dari penjumlahan Kamis yang bernilai 8 dan Legi yang bernilai 5.
Arti Watak Berdasarkan Jumlah Neptu Weton
Neptu 7: Pendita Kang Lelaku
Pemilik neptu 7 dipercaya memiliki jiwa petualang dan menyukai pengalaman baru. Mereka umumnya tidak betah berada dalam satu kondisi yang monoton dalam waktu lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas