- PhotoBebaz menyediakan layanan photobox interaktif bagi generasi muda di berbagai lokasi publik Jakarta seperti stasiun dan coffee shop.
- Layanan tersebut merupakan bagian dari ekosistem bisnis Bebaz Inc yang berfokus pada pengembangan hiburan berbasis pengalaman kreatif urban.
- Perusahaan kini memperluas bisnis ke industri perfilman melalui produksi film layar lebar yang direncanakan tayang tahun 2026 mendatang.
Suara.com - Di tengah maraknya konten digital dan media sosial, kebutuhan generasi muda untuk mengekspresikan diri terus berkembang. Menariknya, salah satu tren yang semakin banyak ditemui di berbagai ruang publik adalah kehadiran photobox interaktif yang kini bukan lagi sekadar tempat berfoto, melainkan bagian dari pengalaman gaya hidup.
Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya layanan creative technology photobox yang hadir di titik-titik mobilitas tinggi. Mulai dari ruang publik, kawasan olahraga, stasiun transportasi umum, hingga coffee shop, photobox kini menjadi salah satu aktivitas yang banyak diminati generasi muda urban.
Salah satu yang melihat perkembangan tren tersebut adalah PhotoBebaz, unit bisnis creative technology photobox yang berada di bawah ekosistem Bebaz Inc.
Saat ini, layanan tersebut telah hadir di sejumlah lokasi seperti Taman Ismail Marzuki (TIM), Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta International Velodrome (JIV), stasiun MRT, LRT Jakarta, Whoosh Halim, hingga berbagai coffee shop.
Dengan basis pengguna yang didominasi Gen Alpha, Gen Z, dan Milenial, PhotoBebaz menunjukkan bagaimana pengalaman kreatif berbasis teknologi semakin mendapat tempat di tengah masyarakat perkotaan.
Bahkan, menurut perusahaan, model bisnis ini memiliki potensi gross margin di atas 60 persen dan terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap hiburan berbasis pengalaman.
Menurut Founder & CEO Bebaz Inc, Reyno Anggoro, seluruh lini bisnis yang dibangun perusahaan berangkat dari kebutuhan generasi muda terhadap pengalaman yang relevan dengan keseharian mereka.
"Setiap merek yang kami bangun adalah jawaban atas satu pertanyaan yang sama: bagaimana kreativitas bisa benar-benar bermakna bagi generasi urban Indonesia? Maka kami lakukan riset pasar dan pada akhirnya lahirlah ekosistem teknologi dan kreatif di dalam Bebaz Inc," ujar Reyno.
Ekosistem ini, lanjut dia memang dirancang untuk menghadirkan bentuk hiburan yang relevan dengan gaya hidup urban Gen Alpha, Gen Z, hingga Milenial, khususnya yang tinggal di Jabodetabek dan kota-kota besar Indonesia.
Baca Juga: Bukan Sekadar Awet Muda, Tren Regenerative Aesthetics Jadi Pilihan Baru untuk Menua dengan Anggun
Tidak hanya berdiri sebagai bisnis tunggal, PhotoBebaz juga menjadi bagian dari ekosistem yang saling terhubung. Layanan ini beroperasi bersama Bebaz Adz yang bergerak di bidang media placement dan brand activation, serta Bebaz Labz yang berfokus pada pengembangan perangkat lunak dan riset teknologi.
Ekosistem yang sama turut menopang Bebaz Land, self-photo studio tematik yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan generasi muda urban dalam mengekspresikan diri.
Di luar bisnis berbasis pengalaman fisik, Bebaz Inc juga mengembangkan berbagai lini usaha lain, mulai dari konten digital melalui Santriwara.id, bisnis F&B bertema Korea melalui Frieday dan Norae, hingga industri perfilman melalui BEN Film.
Langkah terbaru yang tengah disiapkan adalah peluncuran film layar lebar perdana berjudul Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati pada kuartal IV 2026. Film yang diproduksi BEN Film bersama Sinergi Pictures ini merupakan adaptasi novel karya Brian Khrisna dan mengangkat tema kesehatan mental, depresi, serta pencarian makna hidup.
Bagi Reyno, langkah masuk ke industri film masih sejalan dengan visi besar yang selama ini dibangun perusahaan, yaitu menciptakan pengalaman yang mampu terhubung secara emosional dengan audiens muda.
"Kami memilih cerita ini karena nilai kejujurannya, dan itu yang selama ini menjadi cara Bebaz Inc membangun setiap bisnisnya. Dengan ekosistem yang kami miliki, dari komunitas, layar, hingga percakapan setelahnya, kami menargetkan 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati' menjadi salah satu film box office Indonesia tahun ini," katanya.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa di balik tren photobox yang kini semakin akrab di kalangan generasi muda, terdapat ekosistem kreatif yang lebih besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123