- Asal keturunan Justin Hubner mencakup darah Belanda, Makassar, dan juga Bandung.
- Pemain Wolves ini resmi menjadi WNI atas rekomendasi dari Shin Tae-yong.
- Justin Hubner menikahi Jennifer Coppen di Bali dengan mahar 2.026 Euro.
Suara.com - Nama pesepak bola Justin Hubner tengah menjadi perbincangan hangat usai resmi mempersunting aktris Jennifer Coppen pada Jumat (12/6/2026) di Bali.
Pernikahan yang digelar secara intimate tersebut membuat publik penasaran dengan sosok pria yang kini menjadi suami Jennifer tersebut.
Tak hanya lihai di lapangan hijau sebagai andalan Timnas Indonesia, Justin Hubner memiliki latar belakang keluarga yang menarik untuk dikulik.
Lantas, Justin Hubner keturunan mana sebenarnya? Simak profil lengkapnya berikut ini.
Perpaduan Darah Belanda, Makassar, dan Bandung
Justin Quincy Hubner lahir di Den Bosch, Belanda, pada 14 September 2003. Meski besar di Negeri Kincir Angin, darah Indonesia mengalir deras di tubuhnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam proses naturalisasinya, Justin merupakan putra dari pasangan Ferdinan Patrick Rudolf Hubner dan Brigitte Prophitus.
Darah Nusantara berasal dari sang ayah, sementara ibunya merupakan warga negara Belanda.
Secara spesifik, garis keturunan Indonesia Justin berasal dari sang kakek, Ferdinand Rudolf Hubner, yang lahir di Makassar pada 11 Agustus 1948.
Baca Juga: 5 Lip Oil Terfavorit di Shopee, Pembeli Akui Bibir Lebih Sehat dan Plumpy
Tak hanya itu, Justin juga mengaku memiliki nenek yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.
Keputusan Justin untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada akhir 2023 lalu ternyata mendapat dukungan penuh dari keluarganya.
Justin Hubner mengungkapkan bahwa kakek dan neneknya akan sangat bangga melihatnya mengenakan seragam berlambang Garuda di dada.
Karier Mentereng di Liga Inggris
Bukan pemain sepak bola sembarangan, Justin Hubner memiliki rekam jejak karier yang impresif di Eropa.
Ia menimba ilmu di berbagai klub akademi ternama seperti Brabant Youth dan Den Bosch di Belanda.
Berita Terkait
-
Kenapa Jennifer Coppen Akad Nikah Pakai Binti Ibunya? Begini Hukumnya dalam Islam
-
Sah! Detail Mahar Jennifer Coppen dari Justin Hubner: Emas Belasan Gram hingga Uang Ribuan Euro
-
Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia
-
Soal Masa Depan Emil Audero di Como, Sang Agen Beberkan Situasinya
-
Gagal ke Final Piala AFF U-19 2026, Nova Arianto Langsung Alihkan Fokus ke Agenda Ini
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih