- Masyarakat Jawa menyambut 1 Muharram pada 15 Juni 2026 dengan tradisi menyajikan dan menyantap hidangan bubur suro.
- Tradisi ini merupakan simbol syukur dan doa keselamatan yang telah berlangsung sejak era Kerajaan Mataram Islam.
- Bubur suro terdiri dari bubur kuning dan kuah petis yang melambangkan keberkahan hidup di tahun baru Hijriah.
Suara.com - Malam 1 Muharram tahun ini jatuh pada Senin malam, 15 Juni 2026. Di sejumlah daerah masyarakat memiliki tradisi menyajikan serta menyantap bubur suro untuk menyambut Tahun Baru Islam.
Tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya masyarakat, khususnya di Pulau Jawa.
Bubur suro tidak hanya dipandang sebagai hidangan khas peringatan Tahun Baru Islam, tetapi juga sarat dengan makna syukur dan doa kebaikan.
Karena itu, setiap memasuki bulan Muharram, banyak masyarakat yang kembali membuat bubur suro untuk disantap bersama keluarga maupun dibagikan kepada tetangga dan kerabat.
Sejarah Bubur Suro 1 Muharram
Bubur suro merupakan hidangan yang identik dengan peringatan malam 1 Suro dalam kalender Jawa yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah.
Dikutip dari Indonesia.go.id, tradisi membuat bubur suro telah dikenal sejak masa pemerintahan Sultan Agung. Pemerhati budaya Jawa, Arie Novan, menjelaskan bahwa tradisi tersebut sudah berlangsung sejak era Kerajaan Mataram Islam.
Menurutnya, bubur suro menjadi bentuk refleksi masyarakat Jawa atas nikmat, berkah, dan rezeki yang diberikan Allah SWT.
Selain berasal dari tradisi budaya Jawa, terdapat pula pendapat lain yang mengaitkan bubur suro dengan kisah Nabi Nuh AS. Sejumlah kitab klasik seperti Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Al-Bantani, Nuzhatul Majalis karya Syekh Abdul Rahman Al-Usfuri, serta Jam'ul Fawaid karya Syekh Daud Al-Fatani menyebutkan kisah Nabi Nuh yang selamat dari banjir besar setelah berlayar selama 40 hari.
Dalam beberapa riwayat yang berkembang di masyarakat, para pengikut Nabi Nuh mengumpulkan sisa bahan makanan yang tersedia untuk dimasak bersama sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan yang diberikan Allah SWT.
Baca Juga: Kenapa Dianjurkan Minum Susu Putih Saat Malam 1 Muharram? Ini Makna dan Doanya
Dari kisah tersebut kemudian berkembang tradisi berbagi makanan dan bersedekah pada bulan Muharram, termasuk melalui penyajian bubur suro.
Makna Bubur Suro
Bagi masyarakat Jawa, bubur suro bukan sekadar makanan, melainkan simbol rasa syukur dan doa.
Bubur suro sering disebut sebagai ubarampe atau sarana untuk memaknai datangnya malam Suro. Hidangan ini menjadi lambang ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah diterima sepanjang tahun.
Selain itu, bubur suro juga mengandung filosofi yang berkaitan dengan angka tujuh. Dalam beberapa tradisi, bubur suro disajikan menggunakan tujuh jenis kacang, seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, kacang mede, dan jenis kacang lainnya.
Angka tujuh melambangkan tujuh hari dalam satu minggu. Oleh karena itu, menyantap bubur suro diharapkan menjadi doa agar seseorang memperoleh keberkahan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalani kehidupan setiap hari.
Makna tersebut menjadikan bubur suro sebagai simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik saat memasuki tahun baru Hijriah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
3 Moisturizer Wardah Mengandung Niacinamide, Hempas Noda Hitam dan Kulit Cerah Merata
-
Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan Buya Yahya dan Gus Baha, dari Puasa hingga Salat Tasbih
-
Kenapa Dianjurkan Minum Susu Putih Saat Malam 1 Muharram? Ini Makna dan Doanya
-
Cara Membuat Lilin Darurat saat Mati Lampu, Cukup Pakai Bahan yang Ada di Rumah
-
Promo Alfamart Terbaru 14 Juni 2026: Diskon Scora, Sunsilk, Kahf, Rinso, hingga MamyPoko
-
1 Muharram dan 1 Suro Apakah Sama? Begini Asal-usul dan Perbedaannya
-
Moisturizer Dipakai sebelum Cushion? Ini Trik agar Makeup Menempel Sempurna dan Tidak Patchy
-
Beda Fixing Spray dan Setting Spray: Serupa tapi Tak Sama, Kenali Fungsinya
-
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah 1448 H: Arab, Latin, hingga Waktu Terbaik Membacanya
-
Lirik Lagu Menteri Durmagati dan Maknanya, Karya Satir Politik dari Grup Musik Ponorogo