- Gen Z lebih memilih akomodasi yang mendukung eksplorasi budaya serta pengalaman lokal yang autentik dan menarik saat berlibur.
- RedDoorz menambah 96 properti baru di Yogyakarta sepanjang tahun 2026 untuk memenuhi kebutuhan wisata Gen Z yang unik.
- Wisatawan kini lebih aktif meriset ulasan, visual media sosial, dan harga sebelum memilih penginapan dibanding sekadar hotel konvensional.
Suara.com - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Gen Z semakin selektif saat merencanakan liburan. Alih-alih sekadar mencari tempat menginap, mereka lebih tertarik pada akomodasi yang memudahkan eksplorasi kawasan sekitar.
General Manager Area East & Bali RedDoorz, Ovaldo Sanjaya, mengatakan pihaknya mendapati Gen Z memiliki ketertarikan tersendiri terhadap budaya, kehidupan sosial, hingga kuliner lokal.
Karena itu, pengalaman liburan yang autentik dan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat setempat kini menjadi daya tarik bagi Gen Z.
"Untuk Gen Z ini karakternya cukup unik, di mana yang mereka inginkan biasanya something fresh, something new, something eye-catching," ujar Ovaldo saat kunjungan media Suara.com di Yogyakarta pada Rabu, 10 Juni 2026.
Temuan ini menjadi dasar RedDoorz secara masif menambah 96 properti baru di Yogyakarta sepanjang 2026.
Apalagi, Yogyakarta merupakan daerah dengan karakter budaya, kuliner, hingga tradisi masyarakat lokal yang masih kental dan kerap menjadi tujuan andalan Gen Z saat berlibur.
"Yogyakarta memiliki daya tarik yang sulit tergantikan karena menawarkan pengalaman wisata yang lengkap dengan biaya yang relatif terjangkau," papar Ovaldo.
"Mulai dari budaya, wisata sejarah, hingga kuliner lokal, semuanya membuat wisatawan domestik terus kembali berkunjung ke Jogja," imbuhnya.
Ovaldo menambahkan, pergeseran tren ini membuat Gen Z cenderung tidak lagi memilih hotel konvensional hanya karena lokasi strategis atau nama besar penginapan.
Baca Juga: Dari MRT hingga Coffee Shop, Photobox Interaktif Kian Jadi Tren Bagi Gen Z di Ruang Publik
Kondisi tersebut tercermin dari tingginya okupansi penginapan yang menawarkan suasana tenang tanpa mengabaikan kebutuhan dasar wisatawan, seperti amenities dan kenyamanan kamar untuk beristirahat.
Selain itu, kata Ovaldo, Gen Z juga cenderung lebih aktif melakukan riset sebelum memesan penginapan, mulai dari membandingkan ulasan, aksesibilitas lokasi, harga, hingga tampilan visual properti di media sosial seperti TikTok dan Instagram.
"Jadi kita harus mengikuti perkembangan tren, karena pasar ini pasti menginginkan sesuatu yang berbeda dari hotel konvensional pada umumnya," jelas Ovaldo.
Gaya berlibur ini juga berbeda dengan wisatawan milenial yang umumnya lebih fokus pada kenyamanan, fasilitas yang andal, lokasi strategis, serta pengalaman menginap yang praktis untuk keluarga maupun wisata kelompok.
"Untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang semakin beragam, kami terus memperkuat strategi multi-brand di Yogyakarta melalui jaringan SANS dan URBANVIEW yang menyasar segmen wisatawan berbeda, mulai dari wisatawan yang sensitif terhadap harga hingga wisatawan yang mencari pengalaman menginap lebih modern dan estetik," pungkas Ovaldo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
7 HP Terbaik Rekomendasi Terbaru David GadgetIn, Mulai Rp1 Jutaan
-
IHSG Tahan Badai Menguat 1,55% Hari Ini, BBCA Pendorongnya
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Kemendagri Bekali Pranata Humas di Era AI, Strategi Komunikasi Pemerintahan Lawan Disinformasi
-
Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata
-
Prabowo Singgung Peluang Destry Jadi Gubernur BI: Terserah DPR Nanti
-
Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment
-
Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus