- Dunia estetika medis kini beralih ke pendekatan regenerative aesthetics untuk memperbaiki kualitas dan kesehatan kulit secara alami.
- GEA Aesthetic dan Croma-Pharma meluncurkan PolyPhil di Indonesia, produk perawatan berbahan polynucleotide murni asal ikan trout.
- Teknologi polynucleotide mendukung produksi kolagen untuk mengatasi masalah tekstur kulit, bopeng jerawat, serta area bawah mata.
Suara.com - Menjaga kulit tetap sehat dan tampak segar kini tak lagi sekadar soal menyamarkan tanda-tanda penuaan. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia estetika medis mengalami pergeseran tren menuju pendekatan yang lebih menyeluruh, yakni estetika regeneratif.
Alih-alih berfokus pada hasil instan, pendekatan ini bertujuan mendukung kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki dan meregenerasi jaringan kulit. Tren tersebut muncul seiring meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa kualitas kulit sama pentingnya dengan penampilan luar.
Banyak orang kini datang ke klinik estetika bukan hanya untuk mengurangi kerutan, tetapi juga memperbaiki tekstur kulit, mengatasi bopeng bekas jerawat (acne scars), meningkatkan hidrasi, hingga merawat area sensitif seperti bawah mata (under eye).
Salah satu teknologi yang mulai mendapat perhatian dalam praktik estetika modern adalah polynucleotide (PN). Bahan ini bekerja dengan mendukung aktivitas fibroblast, yaitu sel yang berperan dalam produksi kolagen dan elastin. Kedua komponen tersebut penting untuk menjaga elastisitas, kekencangan, dan kesehatan kulit.
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin akan menurun secara alami. Dampaknya, kulit menjadi lebih kering, muncul garis-garis halus, tekstur tampak tidak merata, dan elastisitas berkurang. Melalui pendekatan regeneratif, proses perbaikan kulit diharapkan dapat berlangsung secara bertahap dengan memanfaatkan mekanisme alami tubuh.
Tak hanya berkaitan dengan penuaan, teknologi berbasis polynucleotide juga mulai dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki tampilan bopeng bekas jerawat. Kondisi ini kerap menjadi keluhan karena terbentuk akibat kerusakan struktur kulit yang lebih dalam. Dengan mendukung regenerasi jaringan, kualitas permukaan kulit dapat ditingkatkan secara lebih menyeluruh.
Area bawah mata juga menjadi perhatian tersendiri. Kulit di area ini lebih tipis sehingga lebih mudah menunjukkan tanda kelelahan maupun penuaan dini. Pendekatan regeneratif menawarkan pilihan perawatan yang berfokus pada peningkatan kualitas jaringan kulit tanpa mengubah karakter alami wajah.
Melihat perkembangan tersebut, GEA Aesthetic bersama Croma-Pharma menghadirkan PolyPhil, inovasi regenerative aesthetics berbasis polynucleotide dari DNA ikan trout air tawar. Produk ini menggunakan teknologi PN-HPT (Polynucleotide Highly Purified Technology) yang dirancang untuk menghasilkan polynucleotide dengan tingkat kemurnian tinggi.
Menurut General Manager GEA Aesthetic, Inneke Huang, kehadiran inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pilihan terapi estetika berbasis sains.
Baca Juga: 3 Moisturizer Wardah Mengandung Niacinamide, Hempas Noda Hitam dan Kulit Cerah Merata
"Membawa PolyPhil ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi aesthetic treatment berbasis science, safety, dan natural result. PolyPhil didukung oleh lebih dari 20 tahun pengalaman penggunaan klinis di Eropa, lebih dari 80 publikasi peer-reviewed, serta teknologi PN-HPT yang menghasilkan polynucleotide dengan tingkat kemurnian tinggi dan kualitas yang konsisten," ujarnya.
Peluncuran PolyPhil di Indonesia juga menghadirkan diskusi ilmiah bersama Dr. med. Dr. med. univ. Konstantin Frank dari Munich, Jerman. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa kualitas dan keamanan polynucleotide sangat dipengaruhi oleh sumber bahan baku serta proses pemurniannya.
PolyPhil menggunakan DNA ikan trout air tawar dari peternakan terkontrol di Eropa yang diproses melalui teknologi PN-HPT, sehingga mendukung standar kualitas dan konsistensi produk yang tinggi.
Pada akhirnya, tren regenerative aesthetics menunjukkan perubahan cara pandang terhadap perawatan kulit. Fokusnya bukan lagi sekadar terlihat lebih muda dalam waktu singkat, melainkan membantu kulit menjadi lebih sehat, terhidrasi, dan kuat dari dalam.
Sebab bagi banyak orang saat ini, kulit yang sehat dengan kualitas yang baik merupakan investasi jangka panjang yang tak kalah penting dibanding hasil yang instan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Di Tengah Arsitektur Modern, Komunitas Ini Berupaya Menjaga Rumah Vernakular
-
4 Sepatu Lari Lokal untuk Daily Trainer, Empuk dan Anti Cedera Buat Latihan Setiap Hari
-
5 Tips Feng Shui Teras Rumah agar Mendatangkan Hoki dan Energi Positif
-
4 Sepatu Asics Paling Nyaman untuk Jalan Jauh Menurut Pengguna, Kaki Bebas Pegal
-
3 Produk Viva Cosmetics yang Dijual Murah untuk Cerahkan Wajah dan Pudarkan Flek Hitam
-
Apa Saja Amalan Bulan Muharram? Ini Anjuran yang Sesuai Sunah
-
5 Cushion di Bawah Rp100 Ribu yang Awet dan Minim Oksidasi, Cocok untuk Makeup Harian
-
3 Lip Balm yang Bikin Bibir Gelap Tampak Lebih Pink, Harga Mulai Rp31 Ribuan
-
Bulan Suro Benarkah Keramat? Simak Penjelasannya dalam Islam
-
Ramalan Zodiak 16 Juni 2026: Gemini Penuh Ide Cemerlang, Scorpio Perlu Lebih Sabar