Lifestyle / Food & Travel
Rabu, 17 Juni 2026 | 13:53 WIB
Piala Dunia 2026 (dok. FIFA World Cup)
Baca 10 detik
  • Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat menghadapi kontroversi terkait kebijakan imigrasi ketat yang menghambat delegasi serta pemain sejumlah negara.
  • Berbagai tim peserta mengalami kendala administratif, pemeriksaan visa yang sulit, hingga insiden pencurian logistik selama berada di Amerika Serikat.
  • Harga tiket pertandingan yang sangat mahal memicu kritik publik serta sorotan tajam dari berbagai media internasional selama turnamen berlangsung.

Media CBS News melaporkan pihak otoritas imigrasi tidak menjelaskan secara rinci alasan penolakan tersebut. Talal akhirnya dipulangkan dan gagal menjalankan tugas peliputan Piala Dunia 2026.

Kasus ini memicu pertanyaan mengenai koordinasi antara FIFA dan pemerintah AS dalam menjamin kelancaran delegasi resmi peserta.

4. Wasit Somalia Gagal Bertugas Meski Berlisensi FIFA

Wasit Piala Dunia FIFA dari Somalia, Omar Abdulkadir Artan dilarang masuk Amerika dengan alasan kekhawatiran terkait proses verifikasi. [CBS News]

Nasib serupa dialami wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan.

Padahal, Artan telah ditunjuk FIFA sebagai salah satu perangkat pertandingan resmi Piala Dunia 2026 dan mengantongi dokumen perjalanan yang diperlukan.

Namun, ia tidak dapat memasuki Amerika Serikat akibat persoalan imigrasi. FIFA pun disebut tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan keputusan pemerintah AS.

Kegagalan tersebut membuat Artan kehilangan kesempatan mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang bertugas di ajang Piala Dunia.

5. Senegal dan Uzbekistan Mengeluhkan Pemeriksaan Ketat

Fabio Cannavaro jadi pelatih baru Timnas Uzbekistan. (Dok. FIFA)

Delegasi Senegal juga dilaporkan menjalani pemeriksaan tambahan saat tiba di Amerika Serikat.

Baca Juga: Kata-kata Lionel Messi Usai Cetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Piala Dunia, Sebut Ronaldo

Tak hanya itu, Timnas Uzbekistan turut mengungkap pengalaman serupa. Pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro, bahkan secara terbuka mempertanyakan perlakuan yang diterima timnya.

"Mereka mengatakan kepada saya bahwa itu adalah aturan. Namun, pada akhirnya, pemeriksaan itu hanya dilakukan kepada kami," ujar Cannavaro kepada wartawan usai pertandingan.

Pernyataan legenda sepak bola Italia tersebut memicu dugaan adanya penerapan prosedur yang tidak konsisten terhadap sejumlah negara peserta.

6. Harga Tiket Selangit, Bahkan Donald Trump Enggan Membeli

Donald Trump [The White House]

Di luar isu imigrasi, harga tiket Piala Dunia 2026 juga menjadi sasaran kritik.

Sistem harga dinamis membuat sejumlah tiket pertandingan dibanderol hingga ribuan dolar AS. Akibatnya, banyak penggemar mengaku kesulitan menyaksikan langsung pertandingan di stadion.

Beberapa laporan media bahkan menyebut masih banyak kursi pertandingan yang belum terjual karena harga dianggap terlalu mahal.

Menariknya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut mengomentari persoalan tersebut.

Saat ditanya mengenai harga tiket empat digit dolar AS untuk menyaksikan pertandingan pertama Timnas Amerika Serikat, Trump menjawab singkat, "Saya tidak akan membayarnya."

Pernyataan itu pun ramai diperbincangkan publik.

7. Timnas Inggris Jadi Korban Pencurian

Timnas Inggris di Pala Dunia 2026 [Istimewa]

Masalah keamanan juga sempat menghampiri delegasi Timnas Inggris. Mobil van yang membawa logistik tim dan pemain dibobol maling saat menuju Swoope Sovver Village di Kansas City pada Jumat 12/6/20026).

Sejumlah barang milik anggota tim dilaporkan hilang akibat pencurian selama berada di Amerika Serikat,
termasuk jersey, sarung tangan kiper, sepatu, bola, sampai satu set Lego sepatu Nike Air yang bernilai hampir 100 USD.

Meski aparat setempat langsung melakukan penyelidikan dan menetapkan 2 tersangka, insiden tersebut menambah daftar persoalan yang membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Load More