- Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat menghadapi kontroversi terkait kebijakan imigrasi ketat yang menghambat delegasi serta pemain sejumlah negara.
- Berbagai tim peserta mengalami kendala administratif, pemeriksaan visa yang sulit, hingga insiden pencurian logistik selama berada di Amerika Serikat.
- Harga tiket pertandingan yang sangat mahal memicu kritik publik serta sorotan tajam dari berbagai media internasional selama turnamen berlangsung.
Media CBS News melaporkan pihak otoritas imigrasi tidak menjelaskan secara rinci alasan penolakan tersebut. Talal akhirnya dipulangkan dan gagal menjalankan tugas peliputan Piala Dunia 2026.
Kasus ini memicu pertanyaan mengenai koordinasi antara FIFA dan pemerintah AS dalam menjamin kelancaran delegasi resmi peserta.
4. Wasit Somalia Gagal Bertugas Meski Berlisensi FIFA
Nasib serupa dialami wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan.
Padahal, Artan telah ditunjuk FIFA sebagai salah satu perangkat pertandingan resmi Piala Dunia 2026 dan mengantongi dokumen perjalanan yang diperlukan.
Namun, ia tidak dapat memasuki Amerika Serikat akibat persoalan imigrasi. FIFA pun disebut tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan keputusan pemerintah AS.
Kegagalan tersebut membuat Artan kehilangan kesempatan mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang bertugas di ajang Piala Dunia.
5. Senegal dan Uzbekistan Mengeluhkan Pemeriksaan Ketat
Delegasi Senegal juga dilaporkan menjalani pemeriksaan tambahan saat tiba di Amerika Serikat.
Baca Juga: Kata-kata Lionel Messi Usai Cetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Piala Dunia, Sebut Ronaldo
Tak hanya itu, Timnas Uzbekistan turut mengungkap pengalaman serupa. Pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro, bahkan secara terbuka mempertanyakan perlakuan yang diterima timnya.
"Mereka mengatakan kepada saya bahwa itu adalah aturan. Namun, pada akhirnya, pemeriksaan itu hanya dilakukan kepada kami," ujar Cannavaro kepada wartawan usai pertandingan.
Pernyataan legenda sepak bola Italia tersebut memicu dugaan adanya penerapan prosedur yang tidak konsisten terhadap sejumlah negara peserta.
6. Harga Tiket Selangit, Bahkan Donald Trump Enggan Membeli
Di luar isu imigrasi, harga tiket Piala Dunia 2026 juga menjadi sasaran kritik.
Sistem harga dinamis membuat sejumlah tiket pertandingan dibanderol hingga ribuan dolar AS. Akibatnya, banyak penggemar mengaku kesulitan menyaksikan langsung pertandingan di stadion.
Beberapa laporan media bahkan menyebut masih banyak kursi pertandingan yang belum terjual karena harga dianggap terlalu mahal.
Menariknya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut mengomentari persoalan tersebut.
Saat ditanya mengenai harga tiket empat digit dolar AS untuk menyaksikan pertandingan pertama Timnas Amerika Serikat, Trump menjawab singkat, "Saya tidak akan membayarnya."
Pernyataan itu pun ramai diperbincangkan publik.
7. Timnas Inggris Jadi Korban Pencurian
Masalah keamanan juga sempat menghampiri delegasi Timnas Inggris. Mobil van yang membawa logistik tim dan pemain dibobol maling saat menuju Swoope Sovver Village di Kansas City pada Jumat 12/6/20026).
Sejumlah barang milik anggota tim dilaporkan hilang akibat pencurian selama berada di Amerika Serikat,
termasuk jersey, sarung tangan kiper, sepatu, bola, sampai satu set Lego sepatu Nike Air yang bernilai hampir 100 USD.
Meski aparat setempat langsung melakukan penyelidikan dan menetapkan 2 tersangka, insiden tersebut menambah daftar persoalan yang membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Teror Ular Berbisa di Markas Timnas Jerman, Kimmich Ungkap Kecemasan Pemain
-
Bruno Fernandes Sebut Mental Juara Ronaldo Jadi Kunci Utama Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
-
Harry Kane Bocorkan Instruksi Khusus Thomas Tuchel Jelang Inggris vs Kroasia
-
Buntut Ejekan ke Son Heung-min, Timnas Korea Selatan Boikot Media Lokal
-
Kata-kata Lionel Messi Usai Cetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Piala Dunia, Sebut Ronaldo
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur