- Pria bertubuh besar sering kesulitan menemukan pakaian nyaman dan bergaya akibat terbatasnya pilihan ukuran di pasar fesyen.
- Brand lokal Matador hadir sejak 1991 menyediakan pakaian ukuran jumbo hingga 9XL untuk memenuhi kebutuhan konsumen tersebut.
- Matador berfokus memproduksi celana serta busana pria dengan potongan khusus agar pengguna merasa nyaman dan percaya diri.
Suara.com - Bagi sebagian laki-laki bertubuh besar, berbelanja pakaian bukanlah aktivitas yang menyenangkan. Di tengah ramainya tren fesyen pria yang terus berkembang, mereka justru dihadapkan pada persoalan yang tampak sederhana, tetapi sangat mendasar: sulit menemukan pakaian yang benar-benar pas.
Bukan hanya soal ukuran. Banyak pria berbadan besar harus berkompromi dengan potongan yang kurang nyaman, model yang ketinggalan zaman, atau pilihan warna dan desain yang terbatas. Alhasil, mereka membeli pakaian berdasarkan apa yang tersedia, bukan berdasarkan gaya yang ingin mereka tampilkan.
Padahal, kebutuhan untuk tampil rapi, nyaman, dan percaya diri dimiliki oleh semua orang, tanpa memandang ukuran tubuh.
Fesyen ukuran besar atau plus-size fashion sejatinya bukan sekadar memperbesar pola pakaian standar. Ada pemahaman khusus mengenai proporsi tubuh, kenyamanan saat bergerak, hingga detail potongan yang mampu menunjang penampilan pemakainya.
Sayangnya, banyak brand masih menjadikan ukuran besar hanya sebagai pelengkap koleksi. Akibatnya, pakaian yang dihasilkan sering kali terasa sempit di bagian paha atau lengan, terlalu longgar di bagian lain, serta kurang mengikuti tren yang sedang digemari.
Kondisi ini membuat banyak laki-laki bertubuh besar merasa pilihan mereka terbatas. Mereka kerap menyembunyikan diri di balik pakaian longgar bukan karena menyukai model tersebut, melainkan karena tidak memiliki alternatif lain.
Padahal, pakaian yang tepat dapat memberikan dampak besar terhadap kepercayaan diri seseorang. Ketika merasa nyaman dengan apa yang dikenakan, seseorang cenderung lebih percaya diri saat bekerja, bertemu orang baru, maupun menjalani aktivitas sehari-hari.
Bagi pria berbadan besar, salah satu tantangan terbesar justru datang dari item fesyen yang paling esensial: celana.
Mencari celana dengan ukuran jumbo yang nyaman dipakai bukan perkara mudah. Mulai dari pinggang yang terlalu sempit, paha yang terasa sesak, hingga potongan yang terlihat kuno menjadi keluhan yang sering ditemui. Padahal, celana merupakan fondasi hampir setiap gaya berpakaian pria, baik untuk tampilan kasual maupun formal.
Baca Juga: Abel Cantika Pilih Busana Anak Bertema Karakter, Ini Manfaatnya bagi Tumbuh Kembang Si Kecil
"Selama ini yang ada di masyarakat itu tidak ada brand yang memang benar-benar big size. Padahal celana itu esensial dalam berbusana," kata Ken Matador selaku pemilik usaha.
Melihat kebutuhan tersebut, brand fesyen lokal Matador hadir untuk mengisi kekosongan pasar yang selama ini belum banyak diperhatikan. Berdiri sejak 1991, Matador berfokus menghadirkan pakaian untuk pria bertubuh besar dengan desain yang tetap mengikuti tren masa kini.
Menurut Ken, masih sedikit pelaku industri yang benar-benar memahami kebutuhan konsumen berbadan besar, terutama dalam kategori celana.
"Saya menemukan di pasar bahwa jarang sekali orang memikirkan celana untuk big size atau jumbo, padahal mereka juga memerlukan celana. Itulah mengapa Matador hadir untuk mengisi kekosongan," ujarnya.
Melalui berbagai pilihan model yang dirancang khusus untuk tubuh berukuran besar, Matador berupaya menghadirkan pakaian yang tidak hanya nyaman dipakai, tetapi juga membuat penggunanya tetap tampil stylish. Produk-produknya tersedia dalam berbagai ukuran jumbo hingga 9XL.
Pada akhirnya, fesyen yang inklusif bukan sekadar menyediakan ukuran lebih besar. Fesyen yang baik adalah tentang memahami kebutuhan setiap orang dan memberikan kesempatan yang sama untuk mengekspresikan diri.
Sebab, tampil menarik bukan hak mereka yang berukuran standar saja. Laki-laki bertubuh besar pun berhak mengenakan pakaian yang pas, mengikuti tren, dan membuat mereka merasa percaya diri menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
4 Parfum Lokal yang Tercium dari Jarak Jauh, Wanginya Mencuri Perhatian
-
5 Cushion Water Based yang Wudhu Friendly, Ringan di Kulit dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Setelah Peeling Wajah Tidak Boleh Pakai Apa? Ini Kandungan Skincare yang Harus Dihindari
-
Viva Covering Cream Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Pakai agar Makeup Tahan Lama
-
Sebelum Reapply Sunscreen, Perlukah Cuci Muka Pakai Sabun? Simak Penjelasan Dokter
-
Hotel Sultan Jakarta Milik Siapa? Kisruh saat Dieksekusi
-
Dukung Event Internasional, Aryaduta Menteng Kembali Jadi Official Hotel Partner BTN Jakim 2026
-
Berapa Lama Flek Hitam Hilang dengan Viva Whitening Cream? Ini Klaimnya
-
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Catat Jadwalnya, Lengkap dengan Niatnya
-
Produk Viva Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 4 Pilihan Sesuai Klaim