News / Nasional
Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:08 WIB
Sejumlah petugas membawa kantong berisi jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II setibanya di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/8/2026). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/nym.
Baca 10 detik
  • Sitti Fatimah tewas dalam kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep pada Minggu (2/8).
  • Korban asal Makassar tersebut sempat menyelamatkan putrinya dengan mendorongnya ke laut sebelum kapal terbakar.
  • Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi jenazah Sitti Fatimah di RS Bhayangkara Surabaya.

Suara.com - Kisah haru mewarnai tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Sumenep, Jawa Timur. Sitti Fatimah dipastikan menjadi salah satu dari lima korban meninggal yang telah teridentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Sebelum kehilangan nyawa, perempuan asal Makassar itu disebut sempat mendorong putrinya ke laut agar selamat.

Keluarga memastikan Sitti Fatimah merupakan salah satu korban meninggal dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang terjadi pada Minggu (2/8).

Identitas korban dipastikan setelah proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur di RS Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso, Surabaya.

Adik korban, Irwan, mengatakan keluarga semakin yakin setelah melihat rekaman video yang beredar saat kebakaran terjadi. Dalam video tersebut, Sitti Fatimah terlihat bersama putrinya, Nurul Izza.

"Saya yakin itu dia. Waktu melihat video yang beredar di atas kapal, kami melihat persis ketika dia menoleh. Dia terlihat jelas bersama keponakan saya yang juga berada di kapal," kata Irwan di Makassar, Senin (4/8), dikutip dari ANTARA.

Menurut Irwan, Sitti Fatimah berangkat dari Makassar menuju Jakarta pada 27 Juli 2026 untuk menjemput Nurul Izza yang baru menyelesaikan program magang selama satu tahun di Taiwan. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan melalui Surabaya dan menumpang KMP Mutiara Sentosa II menuju Makassar.

Saat kebakaran terjadi, Nurul Izza menghubungi keluarga dan menceritakan detik-detik dirinya terpisah dari sang ibu.

"Dia didorong ibunya untuk turun ke laut. Sementara ibunya tetap berada di kapal karena takut air. Jadi anaknya yang diselamatkan lebih dulu," ujar Irwan.

Baca Juga: Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut

Sebelum musibah terjadi, Sitti Fatimah juga sempat berkomunikasi dengan keluarga di Makassar. Ia memutuskan segera pulang setelah mendapat kabar terjadi kebakaran besar di dekat rumahnya sehingga buru-buru membeli tiket kapal.

Irwan mengatakan hingga kini keluarga masih menunggu perkembangan mengenai keberadaan Nurul Izza. Pihak rumah sakit di Surabaya telah meminta sidik jari putrinya untuk membantu proses identifikasi korban.

"Sidik jari dibawa ke Surabaya. Yang diambil sidik jarinya adalah anaknya," katanya.

Sebelumnya, tim DVI Polda Jawa Timur mengumumkan lima korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi melalui pencocokan data post mortem. Sitti Fatimah menjadi salah satu korban yang identitasnya telah dipastikan.

Secara keseluruhan, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 229 korban dari insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Sumenep. Proses pencarian dan identifikasi korban masih terus dilakukan.

Load More