- UNIQLO Indonesia dan SANA Kenal Kota menyelenggarakan kegiatan media trip untuk mengeksplorasi sudut bersejarah Kota Tua hingga Glodok.
- Kegiatan ini meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya perlindungan sinar UV di wilayah tropis seperti Jakarta sepanjang hari.
- Peserta memanfaatkan koleksi pakaian proteksi sinar UV dari UNIQLO untuk beraktivitas luar ruang dengan aman dan nyaman.
Tanpa terasa, saya terus berjalan. Tidak ada rasa pengap seperti memakai outer pada umumnya. Sata bahkan lupa kalau saat itu tengah mengenakan 3 layer pakaian.
Di sinilah saya mulai memahami filosofi koleksi UNIQLO UV Protection Wear.
Perlindungan terhadap UV ternyata tidak selalu harus berupa lapisan sunscreen yang perlu diulang setiap beberapa jam. Ada perlindungan yang cukup dikenakan seperti pakaian sehari-hari. Praktis dan nyaman, serta bekerja sepanjang kita memakainya.
Selama kegiatan, kami juga melakukan eksperimen sederhana menggunakan UV test card untuk melihat efektivitas perlindungan terhadap sinar ultraviolet. Saat berjalan di kawasan Kota Tua sekitar pukul 09.00 WIB, warna UV test strip berubah menjadi ungu tua, menandakan tingginya paparan sinar UV pada pagi hari.
Namun, ketika UV test card diletakkan di balik lengan baju berteknologi UV Protection yang kami kenakan, warnanya hanya berubah menjadi ungu muda. Perbedaan warna ini menunjukkan bahwa paparan sinar UV yang diterima jauh lebih rendah, sehingga memberikan gambaran nyata bahwa pakaian tersebut membantu melindungi kulit dari radiasi ultraviolet.
Glodok yang Selama Ini Tidak Pernah Saya Kenal
Sebagai orang yang sering melewati kawasan Glodok, saya sempat berpikir sudah cukup mengenal tempat ini. Ternyata saya keliru.
Bersama Mas Abi, pendiri SANA Kenal Kota, setiap gang kecil berubah menjadi potongan sejarah. Kami melewati Gang Gloria yang dipenuhi aroma rempah dari toko obat tradisional Tionghoa. Kami juga berhenti di Gapura Pancoran, serta mampir ke Lit Bake House, sebuah bakery cantik yang berdiri di antara bangunan-bangunan tua.
Lalu mendengar kisah tentang asal-usul nama Glodok yang konon berasal dari suara air pancuran pada masa Batavia yang berbunyi "gelodok... gelodok...".
Baca Juga: Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut
Jakarta yang selama ini terasa sibuk, tiba-tiba berubah menjadi kota yang penuh cerita.
Mungkin memang benar, kita sering melewati sebuah tempat tanpa benar-benar mengenalnya.
Ketika Matahari Tak Lagi Menjadi Penghalang
Semakin siang, matahari mulai terasa lebih terik. Namun justru di momen itu saya menyadari bahwa perlindungan UV bukan hanya soal jaket.
UNIQLO juga menghadirkan berbagai item yang ternyata saling melengkapi.
Di wajah saya, UV Protection Sunglasses dengan lensa UV400 membuat pandangan jauh lebih nyaman tanpa mengubah warna objek secara berlebihan. Saat masuk ke area indoor pun tidak terasa terlalu gelap.
Ketika beberapa kali berhenti di ruang terbuka, Payung Compact Proteksi Sinar UV menjadi teman praktis yang ukurannya ringkas tetapi mampu melindungi dari panas sekaligus hujan ringan—sesuatu yang sangat relevan dengan cuaca Jakarta yang sering berubah cepat.
Bagi mereka yang lebih aktif bergerak, tersedia pula Jaket Hoodie Ritsleting DRY-EX Proteksi Sinar UV. Material DRY-EX membuat jaket ini cepat menyerap dan mengeringkan keringat, cocok digunakan saat jogging, bersepeda, maupun aktivitas luar ruang dengan intensitas tinggi.
Pilihan lainnya pun cukup beragam. Ada AIRism Jaket Mesh Hoodie Ritsleting Proteksi Sinar UV dengan sirkulasi udara yang lebih maksimal. Ada Jaket Parka Saku Proteksi Sinar UV (Water-Repellent NANODESIGN) yang praktis menghadapi cuaca panas sekaligus gerimis.
Untuk perlindungan area kepala tersedia Topi Brim Lebar Katun Linen Proteksi Sinar UV, Topi Proteksi Sinar UV 2WAY Stretch, hingga Topi Bucket Reversible Proteksi Sinar UV yang bisa dipakai sesuai gaya masing-masing.
Yang menarik, seluruh koleksi ini tidak terlihat seperti perlengkapan outdoor khusus.
Semuanya tetap tampil seperti pakaian yang memang akan kita kenakan dalam keseharian.
Ternyata UV Selalu Ada
Ada satu fakta yang paling membekas setelah mengikuti perjalanan ini. Selama ini saya mengira sinar UV hanya perlu diwaspadai ketika cuaca sangat panas.
Padahal WHO menjelaskan bahwa awan tidak sepenuhnya menghalangi sinar UV. Bahkan sekitar 60–80 persen radiasi UV masih mampu menembus awan. Artinya, saat langit mendung sekalipun, paparan itu tetap ada. Kita hanya tidak selalu merasakannya.
Karena sifatnya yang akumulatif, paparan kecil setiap hari perlahan akan terus bertambah. Dan justru karena itulah perlindungan sehari-hari menjadi penting.
Pulang Membawa Cara Pandang Baru
Walking tour ini berakhir ketika kami kembali ke Sarinah. Namun ada dua hal yang saya bawa pulang.
Yang pertama adalah rasa ingin mengenal Jakarta lebih jauh.
Yang kedua adalah kesadaran bahwa melindungi diri dari UV ternyata tidak serumit yang saya bayangkan.
Kadang cukup sesederhana memilih pakaian yang tepat sebelum keluar rumah.
Hari itu saya tidak hanya berhasil menyelesaikan perjalanan menyusuri Kota Tua dan Glodok tanpa merasa terganggu oleh teriknya matahari. Saya juga pulang dengan pemahaman baru bahwa menikmati kota tidak harus dilakukan sambil menghindari matahari.
Karena ketika perlindungan menjadi bagian dari apa yang kita kenakan setiap hari, kita bisa lebih bebas berjalan, lebih lama menikmati setiap sudut kota, dan tentu saja, tak lagi takut UV saat menjelajahi Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan