Lifestyle / Food & Travel
Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:25 WIB
Open Top Bus menuju Kota Tua. (dok. Uniqlo)
Baca 10 detik
  • UNIQLO Indonesia dan SANA Kenal Kota menyelenggarakan kegiatan media trip untuk mengeksplorasi sudut bersejarah Kota Tua hingga Glodok.
  • Kegiatan ini meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya perlindungan sinar UV di wilayah tropis seperti Jakarta sepanjang hari.
  • Peserta memanfaatkan koleksi pakaian proteksi sinar UV dari UNIQLO untuk beraktivitas luar ruang dengan aman dan nyaman.

Tanpa terasa, saya terus berjalan. Tidak ada rasa pengap seperti memakai outer pada umumnya. Sata bahkan lupa kalau saat itu tengah mengenakan 3 layer pakaian.

Cek UV pakai baju proteksi sinar UV dari UNIQLO. (Suara.com/Vania)

Di sinilah saya mulai memahami filosofi koleksi UNIQLO UV Protection Wear.

Perlindungan terhadap UV ternyata tidak selalu harus berupa lapisan sunscreen yang perlu diulang setiap beberapa jam. Ada perlindungan yang cukup dikenakan seperti pakaian sehari-hari. Praktis dan nyaman, serta bekerja sepanjang kita memakainya.

Glodok yang Selama Ini Tidak Pernah Saya Kenal

Sebagai orang yang sering melewati kawasan Glodok, saya sempat berpikir sudah cukup mengenal tempat ini. Ternyata saya keliru.

Menyusuri kawasan Pecinan Glodok. (dok. Uniqlo)

Bersama Mas Abi, pendiri SANA Kenal Kota, setiap gang kecil berubah menjadi potongan sejarah. Kami melewati Gang Gloria yang dipenuhi aroma rempah dari toko obat tradisional Tionghoa. Kami juga berhenti di Gapura Pancoran, serta mampir ke Lit Bake House, sebuah bakery cantik yang berdiri di antara bangunan-bangunan tua.

Lalu mendengar kisah tentang asal-usul nama Glodok yang konon berasal dari suara air pancuran pada masa Batavia yang berbunyi "gelodok... gelodok...".

Jakarta yang selama ini terasa sibuk, tiba-tiba berubah menjadi kota yang penuh cerita.

Mungkin memang benar, kita sering melewati sebuah tempat tanpa benar-benar mengenalnya.

Baca Juga: Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut

Ketika Matahari Tak Lagi Menjadi Penghalang

Semakin siang, matahari mulai terasa lebih terik. Namun justru di momen itu saya menyadari bahwa perlindungan UV bukan hanya soal jaket.

UNIQLO juga menghadirkan berbagai item yang ternyata saling melengkapi.

Di wajah saya, UV Protection Sunglasses dengan lensa UV400 membuat pandangan jauh lebih nyaman tanpa mengubah warna objek secara berlebihan. Saat masuk ke area indoor pun tidak terasa terlalu gelap.

Ketika beberapa kali berhenti di ruang terbuka, Payung Compact Proteksi Sinar UV menjadi teman praktis yang ukurannya ringkas tetapi mampu melindungi dari panas sekaligus hujan ringan—sesuatu yang sangat relevan dengan cuaca Jakarta yang sering berubah cepat.

Bagi mereka yang lebih aktif bergerak, tersedia pula Jaket Hoodie Ritsleting DRY-EX Proteksi Sinar UV. Material DRY-EX membuat jaket ini cepat menyerap dan mengeringkan keringat, cocok digunakan saat jogging, bersepeda, maupun aktivitas luar ruang dengan intensitas tinggi.

Koleksi UV Protection UNIQLO. (dok. Uniqlo)

Pilihan lainnya pun cukup beragam. Ada AIRism Jaket Mesh Hoodie Ritsleting Proteksi Sinar UV dengan sirkulasi udara yang lebih maksimal. Ada Jaket Parka Saku Proteksi Sinar UV (Water-Repellent NANODESIGN) yang praktis menghadapi cuaca panas sekaligus gerimis.

Untuk perlindungan area kepala tersedia Topi Brim Lebar Katun Linen Proteksi Sinar UV, Topi Proteksi Sinar UV 2WAY Stretch, hingga Topi Bucket Reversible Proteksi Sinar UV yang bisa dipakai sesuai gaya masing-masing.

Yang menarik, seluruh koleksi ini tidak terlihat seperti perlengkapan outdoor khusus.

Semuanya tetap tampil seperti pakaian yang memang akan kita kenakan dalam keseharian.

Ternyata UV Selalu Ada

Ada satu fakta yang paling membekas setelah mengikuti perjalanan ini. Selama ini saya mengira sinar UV hanya perlu diwaspadai ketika cuaca sangat panas.

Padahal WHO menjelaskan bahwa awan tidak sepenuhnya menghalangi sinar UV. Bahkan sekitar 60–80 persen radiasi UV masih mampu menembus awan. Artinya, saat langit mendung sekalipun, paparan itu tetap ada. Kita hanya tidak selalu merasakannya.

Karena sifatnya yang akumulatif, paparan kecil setiap hari perlahan akan terus bertambah. Dan justru karena itulah perlindungan sehari-hari menjadi penting.

Pulang Membawa Cara Pandang Baru

Walking tour ini berakhir ketika kami kembali ke Sarinah. Namun ada dua hal yang saya bawa pulang.

Yang pertama adalah rasa ingin mengenal Jakarta lebih jauh.

Yang kedua adalah kesadaran bahwa melindungi diri dari UV ternyata tidak serumit yang saya bayangkan.

Kadang cukup sesederhana memilih pakaian yang tepat sebelum keluar rumah.

Hari itu saya tidak hanya berhasil menyelesaikan perjalanan menyusuri Kota Tua dan Glodok tanpa merasa terganggu oleh teriknya matahari. Saya juga pulang dengan pemahaman baru bahwa menikmati kota tidak harus dilakukan sambil menghindari matahari.

Karena ketika perlindungan menjadi bagian dari apa yang kita kenakan setiap hari, kita bisa lebih bebas berjalan, lebih lama menikmati setiap sudut kota, dan tentu saja, tak lagi takut UV saat menjelajahi Jakarta.

Load More