- Sunscreen memiliki masa simpan sehingga tidak boleh digunakan setelah kedaluwarsa.
- Sunscreen kedaluwarsa biasanya mengalami perubahan warna, tekstur, aroma, atau konsistensi yang menandakan kualitasnya menurun.
- Simak ciri-ciri sunscreen kedaluwarsa serta risiko yang dapat terjadi jika tetap digunakan.
Sunscreen yang baik memiliki tekstur yang homogen dan mudah diratakan di kulit. Jika teksturnya berubah menjadi sangat cair, menggumpal, berpasir, atau minyak dan krimnya terpisah, kemungkinan formulanya sudah rusak dan tidak lagi memberikan perlindungan SPF secara optimal.
4. Bau berubah atau muncul aroma tidak sedap
Perubahan aroma juga menjadi tanda penting yang tidak boleh diabaikan. Jika sunscreen mengeluarkan bau tengik, asam, atau berbeda dari aroma aslinya, hal tersebut dapat menandakan adanya kerusakan pada kandungan produk akibat usia penyimpanan atau paparan panas berlebih.
5. Sulit diratakan di kulit
Menurut dokter kulit, sunscreen yang sudah kedaluwarsa sering kali terasa lebih kasar, tidak menyatu dengan kulit, atau meninggalkan butiran kecil saat diaplikasikan.
Kondisi ini menunjukkan formula produk telah berubah sehingga lapisan pelindung yang terbentuk di kulit menjadi tidak merata.
Risiko Memakai Sunscreen Kedaluwarsa
Sunscreen yang sudah kedaluwarsa sebaiknya tidak lagi digunakan karena kandungan bahan aktifnya dapat mengalami penurunan kualitas.
Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan dokter kulit, kondisi ini membuat sunscreen tidak lagi mampu memberikan perlindungan optimal terhadap sinar ultraviolet (UV), sehingga meningkatkan berbagai risiko pada kulit.
Lantas, apa saja risiko yang mungkin muncul jika memakai sunscreen kedaluwarsa? Berikut beberapa dampaknya:
Baca Juga: 5 Acne Sunscreen Lokal Terbaik, Cegah Jerawat Meradang pada Kulit Berminyak
1. Perlindungan terhadap sinar UV menurun
FDA menyatakan bahwa sunscreen yang sudah melewati masa kedaluwarsa mungkin tidak lagi aman dan efektif karena bahan aktifnya dapat mengalami degradasi.
Akibatnya, kemampuan produk dalam menyaring sinar UVA dan UVB berkurang sehingga kulit lebih rentan mengalami kerusakan akibat paparan matahari.
2. Risiko kulit terbakar (sunburn) meningkat
Salah satu risiko utama memakai sunscreen kedaluwarsa adalah kulit lebih mudah mengalami sunburn.
Ketika perlindungan SPF tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya, sinar UV dapat lebih mudah menembus kulit dan menyebabkan kemerahan, rasa perih, hingga kulit mengelupas setelah terpapar matahari.
3. Mempercepat penuaan dini pada kulit
Paparan sinar UV tanpa perlindungan yang memadai dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan dini, seperti kerutan halus, flek hitam, dan kulit kehilangan elastisitas.
Menurut para ahli dermatologi, sunscreen yang sudah kedaluwarsa tidak lagi mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap efek buruk sinar matahari tersebut.
4. Meningkatkan risiko kanker kulit
Penggunaan sunscreen bertujuan membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV yang menjadi salah satu faktor risiko kanker kulit.
Jika sunscreen sudah kedaluwarsa dan efektivitasnya menurun, perlindungan tersebut tidak lagi optimal sehingga risiko kerusakan DNA akibat sinar UV dan kanker kulit dapat meningkat, terutama jika sering beraktivitas di luar ruangan.
5. Berpotensi menyebabkan iritasi kulit
Selain efektivitas yang menurun, formula sunscreen yang sudah rusak dapat berubah warna, tekstur, maupun aromanya.
Perubahan tersebut dapat menandakan bahan-bahan di dalamnya telah terurai atau terkontaminasi, sehingga pada sebagian orang berpotensi memicu iritasi, ruam, atau reaksi pada kulit yang sensitif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka
-
Hoaks Berseliweran di Medsos Jelang HUT RI, TNI Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi