- Venjii Hernando melalui Sukses Jaya Group mengembangkan lebih dari 100 brand kemitraan di Indonesia sejak satu dekade lalu.
- Perusahaan mengalokasikan investasi ratusan miliar rupiah untuk memberikan pendampingan strategis, pengembangan sistem, serta teknologi bagi pelaku usaha lokal.
- Sebagai Dewan Pembina APKELINDO, Venjii berencana mendirikan venture capital guna memperluas akses pendanaan bagi ekosistem bisnis kemitraan nasional.
Suara.com - Di tengah pesatnya pertumbuhan bisnis kemitraan di Indonesia, dukungan tidak lagi hanya dibutuhkan dalam bentuk modal. Pendampingan, pengembangan sistem, hingga strategi ekspansi kini menjadi faktor penting agar sebuah usaha bisa bertahan dan berkembang. Di titik inilah sosok Venjii Hernando mengambil peran.
Berawal dari mendirikan PT Sukses Jaya Intertama sekitar satu dekade lalu, Venjii Hernando kini dikenal sebagai investor sekaligus pengembang ekosistem bisnis kemitraan di Indonesia. Melalui Sukses Jaya Group, ia tak hanya menanamkan modal, tetapi juga aktif membimbing para pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya.
Fokusnya berada pada model bisnis kemitraan di berbagai sektor, mulai dari food and beverage, beauty dan lifestyle, hingga layanan seperti laundry. Menurutnya, sebuah bisnis tidak cukup hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga membutuhkan sistem operasional yang kuat agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Saat ini, Sukses Jaya Group telah mengembangkan lebih dari 100 brand dari berbagai kategori bisnis. Pengembangan tersebut mencakup penyusunan konsep usaha, operasional, penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, hingga strategi ekspansi jaringan kemitraan.
Komitmen itu juga tercermin dari investasi yang telah digelontorkan perusahaan. Nilainya mencapai ratusan miliar rupiah, yang dialokasikan untuk membangun ekosistem bisnis, bukan sekadar memperluas jaringan usaha.
Seiring perjalanan tersebut, Venjii juga aktif sebagai angel investor. Setiap bulan, ia menerima berbagai proposal bisnis (pitch deck) dari para pengusaha yang mencari pendanaan sekaligus pendampingan untuk mengembangkan usahanya.
Baginya, investasi bukan hanya tentang memberikan modal, melainkan juga membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang tepat agar bisnisnya dapat bertahan dalam jangka panjang.
Ke depan, Venjii berencana mendirikan venture capital yang secara khusus berfokus pada bisnis kemitraan di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pendanaan yang lebih luas bagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya melalui sistem kemitraan.
Kontribusinya di industri juga mendapat pengakuan ketika dipercaya menjadi Dewan Pembina Asosiasi Pengusaha Kemitraan dan Lisensi Indonesia (APKELINDO) sejak 2025. Posisi tersebut memperkuat perannya dalam mendorong perkembangan industri kemitraan nasional.
Baca Juga: Hospitality: Seni Memanusiakan Pelanggan di Tengah Persaingan Bisnis
Bagi Venjii, membangun bisnis bukan hanya soal menciptakan perusahaan yang besar, tetapi juga menghadirkan peluang bagi lebih banyak orang untuk bertumbuh bersama. Melalui pengembangan sistem kemitraan, ia berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu membangun bisnis berkelanjutan sekaligus menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah.
Dengan semakin berkembangnya minat masyarakat terhadap dunia wirausaha, model bisnis kemitraan dinilai akan terus menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan. Kehadiran ekosistem yang kuat, didukung pendanaan dan pendampingan, menjadi bekal penting agar bisnis-bisnis lokal mampu naik kelas dan berkembang dalam jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar