Lifestyle / Female
Senin, 06 Juli 2026 | 08:39 WIB
Warisan Nusantara Jadi Tren Dunia, Puluhan Brand Lokal Indonesia Tampil Memikat di Singapura
Baca 10 detik
  • PT Sarinah membawa 43 brand lokal ke ajang MASA Singapore 2026 yang berlangsung pada 2–5 Juli 2026 di Singapura.
  • Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan produk kreatif Indonesia yang memadukan warisan budaya tradisional dengan pendekatan desain yang kontemporer.
  • Partisipasi ini merupakan upaya memperluas akses pasar internasional sekaligus memperkuat posisi jenama lokal dalam industri kreatif global.

Suara.com - Pesona fashion etnik Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Kali ini, PT Sarinah (Persero) membawa puluhan brand lokal terbaik ke ajang MASA Singapore 2026 (A Movement Across Time), sebuah gerakan budaya yang mempertemukan para pelaku kreatif Indonesia di Singapura melalui fesyen, desain, seni, kuliner, musik, hingga hospitality.

Berlangsung pada 2–5 Juli 2026 di Takashimaya Shopping Centre dan Gardens by the Bay, ajang ini menjadi panggung bagi Indonesia untuk menunjukkan kekayaan warisan budaya yang diterjemahkan dalam karya-karya kontemporer dan relevan dengan pasar global.

Di tengah tren fashion dunia yang semakin mengapresiasi produk berkelanjutan dan memiliki nilai budaya, fashion etnik Indonesia hadir dengan identitas yang kuat. 

Beragam wastra tradisional, teknik kerajinan tangan, serta sentuhan desain modern menjadi daya tarik tersendiri yang membuat karya para desainer dan brand lokal Indonesia semakin dilirik oleh pasar internasional.

Dalam partisipasinya di MASA Singapore 2026, Sarinah membawa 43 brand lokal terkurasi dari delapan kategori produk, mulai dari fashion designers, womenswear, menswear, heritage textile, footwear, accessories, hingga home living. 

Seluruh brand dipilih melalui proses kurasi yang mengedepankan kualitas, orisinalitas, dan kemampuan mengangkat identitas Indonesia melalui pendekatan yang kontemporer.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan, mengatakan bahwa keikutsertaan Sarinah dalam ajang ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses brand lokal ke pasar internasional sekaligus memperkuat posisi Sarinah sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif Indonesia yang terus berkembang.

Menurutnya, Singapura merupakan salah satu pasar yang sangat relevan bagi Sarinah karena menjadi hub regional yang mempertemukan beragam komunitas, pelaku industri kreatif, serta konsumen global yang menghargai kualitas, desain, dan cerita di balik sebuah produk. 

"Melalui MASA Singapore 2026, kami ingin memperkenalkan brand-brand lokal Indonesia bukan hanya sebagai produk yang kompetitif, tetapi sebagai representasi budaya, kreativitas, dan craftsmanship yang memiliki nilai dan cerita," ujar Raisha Syarfuan.

Baca Juga: Sunscreen Sariayu Cocok untuk Kulit Apa? Cek Harga dan Testimoni dari Pengguna

Ia menambahkan, setiap karya yang dibawa dalam ajang tersebut merepresentasikan identitas Indonesia dan memiliki potensi untuk diterima oleh audiens yang lebih luas di pasar internasional.

Semangat tersebut juga tercermin melalui tema yang diusung Sarinah, yakni "Presenting a Curated Showcase of Indonesian Brands that Redefine Heritage through Contemporary Fashion, Craftsmanship, and Design." 

Melalui tema ini, Sarinah ingin menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber inspirasi yang terus berkembang dan mampu menciptakan nilai ekonomi baru.

Batik, tenun, bordir tradisional, hingga berbagai teknik kriya khas Nusantara kini hadir dalam interpretasi yang lebih modern dan fleksibel, sehingga mampu menjawab kebutuhan konsumen global tanpa kehilangan akar budayanya. 

Perpaduan antara tradisi dan inovasi inilah yang menjadikan fashion etnik Indonesia memiliki posisi istimewa di tengah industri mode dunia.

Mengangkat tema besar "A Sight into the Golden Indonesia Era", MASA Singapore 2026 menghadirkan lebih dari 80 jenama, kreator, seniman, dan pelaku industri kreatif Indonesia dalam sebuah gerakan budaya lintas disiplin. 

Tidak hanya menjadi ajang pameran, MASA juga menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan kreativitas, perdagangan, dan pertukaran budaya.

Partisipasi Sarinah dalam ajang ini sekaligus mempertegas transformasi perusahaan sebagai Indonesia's Retail-Based Cultural Experience Centre yang terus mendorong karya anak bangsa agar semakin dikenal di panggung global. 

Melalui langkah ini, fashion etnik Indonesia kembali membuktikan bahwa warisan budaya Nusantara memiliki daya saing tinggi dan mampu menggema hingga mancanegara, menjadi wajah baru Indonesia yang modern, kreatif, dan penuh cerita.

Load More