- Sinar UVA matahari tetap mampu menembus kaca jendela rumah dan memicu penuaan dini pada kulit manusia.
- Penggunaan produk skincare aktif dan duduk dekat jendela membuat perlindungan sunscreen di dalam ruangan sangat dianjurkan.
- Masyarakat disarankan mengaplikasikan sunscreen berspektrum luas minimal SPF 30 setiap pagi untuk mencegah kerusakan kulit jangka panjang.
Suara.com - Banyak orang beranggapan bahwa saat berada di dalam rumah, kulit sudah aman dari bahaya sinar matahari. Mereka merasa tidak perlu memakai sunscreen karena tidak terpapar sinar langsung.
Namun, fakta ilmiah menunjukkan sebaliknya. Meskipun intensitasnya lebih rendah dibanding di luar ruangan, paparan sinar ultraviolet (UV) tetap bisa terjadi di dalam rumah dan berdampak pada kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Sinar UV Bisa Menembus Jendela
Sinar matahari terdiri dari UVA, UVB, dan UVC. UVC diserap atmosfer sehingga tidak sampai ke permukaan bumi. UVB adalah sinar yang menyebabkan kulit terbakar dan sebagian besar diblokir oleh kaca jendela biasa.
Sementara itu, UVA memiliki gelombang lebih panjang dan mampu menembus kaca. Penelitian menunjukkan bahwa kaca jendela standar dapat meneruskan sekitar 50–75 persen sinar UVA.
UVA menembus lebih dalam ke lapisan dermis kulit. Paparan kronis ini memicu kerusakan kolagen dan elastin, sehingga mempercepat penuaan dini (kerutan, kulit kendur), hiperpigmentasi (flek hitam), dan kulit kusam.
Efeknya bersifat kumulatif. Artinya, meskipun paparan harian kecil, jika terjadi setiap hari selama bertahun-tahun, dampaknya akan terlihat. Bahkan di cuaca mendung, sinar UVA masih bisa masuk melalui jendela.
Cahaya Biru dari Layar dan Faktor Lain
Selain UVA, banyak yang khawatir tentang cahaya biru (HEV light) dari layar ponsel, laptop, dan televisi. Beberapa studi laboratorium menunjukkan cahaya biru dapat menimbulkan stres oksidatif dan memengaruhi pigmentasi, terutama pada kulit yang lebih gelap.
Namun, intensitas cahaya biru dari perangkat digital jauh lebih rendah dibandingkan yang berasal dari matahari. Pada jarak penggunaan normal, risikonya relatif kecil.
Meski demikian, bagi mereka yang menghabiskan berjam-jam di depan layar dan memiliki masalah pigmentasi, perlindungan tambahan tetap bermanfaat.
Baca Juga: Kenapa Sunscreen Anessa Mahal? Ini 5 Alasan dan Produknya yang Paling Laris
Faktor lain yang membuat sunscreen di dalam rumah lebih penting adalah penggunaan skincare aktif. Bahan seperti retinol, AHA, BHA, atau perawatan jerawat membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya.
Bagi orang dengan bekas jerawat yang menghitam (PIH), melasma, atau riwayat kanker kulit, perlindungan ekstra sangat disarankan.
Kapan Sunscreen di Dalam Rumah Sangat Dianjurkan?
Tidak semua situasi di dalam rumah memerlukan sunscreen secara mutlak. Jika Anda berada di ruangan gelap tanpa jendela atau jauh dari sinar matahari langsung, risikonya rendah.
Namun, sunscreen sangat direkomendasikan dalam kondisi berikut:
- Anda bekerja atau duduk lama dekat jendela yang mendapat sinar matahari.
- Rumah atau ruang kerja memiliki banyak kaca dan pencahayaan alami.
- Sedang menggunakan produk skincare yang meningkatkan sensitivitas kulit.
- Memiliki masalah pigmentasi atau kulit sensitif.
- Sering berpindah ke luar rumah sekilas misalnya mengambil barang di depan pintu.
Bagi kebanyakan orang, satu aplikasi sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih tinggi di pagi hari sudah cukup jika aktivitas sepenuhnya di dalam ruangan dan tidak berkeringat.
Tidak perlu diaplikasikan ulang setiap dua jam seperti saat di luar, kecuali Anda keluar rumah atau terkena air.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
-
Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt
-
Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class
-
Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111
-
Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker
-
Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan
-
GIIAS 2026 Dinilai Jadi Gambaran Industri Otomotif Indonesia
-
Termasuk Kajari Kota Bekasi, Ini Daftar 90 Kajari Kena Mutasi Kejagung
-
APKASI Desak Pemerintah Hentikan Pemotongan Dana Daerah, Beban Kepala Daerah Makin Berat