Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB
Kantor Pusat PT Summarecon Agung, Tbk di Jakarta Timur, Senin (22/5/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]
  • Saham SMRA anjlok 6,02 persen ke Rp312 usai bosnya terjaring OTT KPK.
  • KPK mengamankan 17 orang dan uang tunai yang ditaksir ratusan miliar.
  • Laba bersih SMRA semester I-2026 turun 34 persen menjadi Rp332 miliar.

Suara.com - Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) tertekan tajam pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Hingga pukul 11.11 WIB, saham emiten properti tersebut anjlok 6,02 persen atau 20 poin ke level Rp312 per saham.

Tekanan terhadap saham SMRA terjadi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi Presiden Direktur Summarecon Agung Adrianto Pitojo Adhi menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa Adrianto merupakan salah satu pihak yang terjaring dalam operasi tersebut.

“Benar (Adrianto Pitojo Adhi),” kata Budi kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).

KPK belum membeberkan peran Adrianto dalam perkara tersebut. Dalam OTT itu, lembaga antirasuah mengamankan 17 orang, termasuk Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, serta Kepala Kantor Pertanahan Tangerang Tardi.

Selain itu, KPK turut mengamankan Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Organisasi Kemasyarakatan Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq dan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

KPK juga menyita uang tunai dalam bentuk rupiah dan valuta asing. Barang bukti tersebut disebut dikemas dalam sekitar 20 koper, kardus, maupun boks.

“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu Rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper. Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” ujar Budi.

Sentimen tersebut langsung membayangi pergerakan saham SMRA. Pada perdagangan hari ini, saham sempat dibuka di level Rp328 dan bergerak hingga level tertinggi Rp330. Namun, tekanan jual membawa saham tersebut turun hingga Rp308 sebelum berada di Rp312.

Volume transaksi SMRA juga melonjak. Hingga sekitar pukul 11.11 WIB, volume perdagangan mencapai 49,17 juta saham, jauh di atas rata-rata volume harian sekitar 18,44 juta saham.

Secara valuasi, SMRA kini diperdagangkan dengan rasio price to earnings (P/E) sekitar 8,65 kali. Namun, sentimen korporasi menjadi perhatian investor setelah kinerja keuangan perseroan juga mengalami tekanan.

Pada semester I-2026, laba bersih Summarecon Agung tercatat sekitar Rp332 miliar, turun sekitar 34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut antara lain dipengaruhi melemahnya pendapatan dari segmen pengembangan properti.

Dengan penurunan hari ini, saham SMRA telah berada cukup jauh dari level tertingginya dalam 52 minggu, yakni Rp470 per saham. Sementara level terendah dalam periode tersebut berada di Rp254.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com