Lifestyle / Male
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:57 WIB
Nasirun. (Instagram/@artandbali)
Baca 10 detik
  • Maestro lukis asal Cilacap, Nasirun, meninggal dunia di kediamannya di Bantul pada 1 Agustus 2026.
  • Almarhum dikenal sebagai perupa produktif berpengaruh yang memadukan kearifan lokal Jawa dan spiritualitas dalam karya ekspresifnya.
  • Jenazah Nasirun rencananya akan dikebumikan di kompleks Makam Seni Girisapto, Imogiri, Bantul.

Suara.com - Dunia seni rupa Indonesia berduka atas kepergian maestro lukis Nasirun, yang meninggal pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Ia dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 05.30 WIB.

Kabar Nasirun meninggal dunia pertama kali diketahui dari penulis sekaligus sahabat almarhum, Agus Noor, lewat unggahan di akun Instagram.

"Mendapat kabar, pelukis Nasirun meninggal dunia, sekitar pukul 05.30-an pagi tadi," tulis Agus Noor.

Jenazah sang seniman akan dikebumikan di kompleks Makam Seni Girisapto, Imogiri, Bantul.

Sosok Nasirun sendiri dikenal luas berkat dedikasi serta karya lukisannya yang kaya akan nilai kebudayaan Jawa.

Rekam Jejak Nasirun

Lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 1 Oktober 1965. Awalnya ia memiliki nama asli Masyhuri.

Namun karena ia sering sakit-sakitan semasa kecil, orang tua mengganti namanya menjadi menjadi "Nasirun", yang berarti "tertolong".

Perjalannya di dunia seni dimulai saat ia menimba ilmu di Yogyakarta.

Ia awalnya mengambil jurusan seni kriya batik di Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) pada 1983.

Baca Juga: Negeri Sakura Berduka, Seniman Multitalenta Akihiro Miwa Meninggal Dunia

Pada tahun 1987, ia lantas melanjutkan pendidikan ke jurusan Seni Murni di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta yang kemudian menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Kampus seni legendaris tersebut menjadi tempatnya mengasah bakat dan karakter melukis yang sangat khas. Ia lulus pada tahun 1994.

Dari sana, Nasirun tumbuh menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam kancah seni rupa kontemporer Tanah Air.

Dilansir dari laman Bentara Budaya, gaya melukis Nasirun sangat identik dengan nuansa ekspresif dan sarat makna simbolis.

Ia mengeksplorasi berbagai kearifan lokal, cerita wayang, dan dongeng mistik yang diwariskan oleh ibunya.

Selain itu, ia juga mengolah spiritualitas tasawuf dalam Islam yang dilakoni oleh ayahnya untuk kemudian ia aplikasikan dengan konteks fenomena masa kini.

Sejak kuliah hingga akhir hayatnya, Nasirun dikenal sebagai perupa yang sangat produktif. Ia telah menyelenggarakan ratusan pameran, baik di dalam maupun luar negeri.

Sehingga namanya pun tidak hanya terkenal di Indonesia tetapi juga ke seluruh Asia Tenggara, bahkan Eropa dan Amerika Utara.

Sejumlah penghargaan pernah ia raih, seperti Penghargaan Sketsa dan Seni Lukis terbaik, ISI Yogyakarta, Penghargaan McDonald Award pada Lustrum ISI ke-X, dan Penghargaan Philip Morris Award pada 1997.

Load More