Lifestyle / Female
Senin, 03 Agustus 2026 | 14:55 WIB
Gandeng Lansia dan Hidupkan Payet Sabit Jadul, Khayae Curi Perhatian di IFW 2026 (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Perancang jenama Khayae, Silvia dan Elok Re Napio, memamerkan sebelas busana mewah di Indonesia Fashion Week, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
  • Koleksi bertema Majestic Revering tersebut menggunakan material beludru berhias payet sabit tradisional yang terinspirasi dari keindahan gaya klasik masa lampau.
  • Jenama fesyen lokal tersebut juga menjalankan misi sosial dengan memberdayakan kelompok perempuan lanjut usia dalam proses pembuatan busana mereka.

Suara.com - Dua perancang busana jenama Khayae, Silvia dan Elok Re Napio, sukses memukau panggung pagelaran Indonesia Fashion Week (IFW) di Jakarta Convention Center (JCC) pada Sabtu (1/8/2026).

Melalui kesempatan istimewa tersebut, Silvia dan Elok Re Napio, memperkenalkan jenama fesyen lokal yang baru berusia satu tahun ini kepada publik pencinta mode tanah air.

"Di JFW, kami mau membuat sesuatu yang mewah, glamor tapi gak berlebih," kata Elok Re Napio.

Karya menawan yang dipamerkan kali ini mengusung tema Majestic Revering. Konsepnya, terinspirasi dari keindahan pakaian bergaya klasik masa lampau.

"Nah, itu menurut kami adalah keindahan yang tidak lekang waktu. Karena kita berdua ini suka sesuatu yang klasik gitu loh," jelas Silvia.

Gandeng Lansia dan Hidupkan Payet Sabit Jadul, Khayae Curi Perhatian di IFW 2026 (Dok. Istimewa)

Secara keseluruhan, Khayae menampilkan belasan tampilan mewah. Total, ada 11 busana yang ditampilkan di mana terdiri dari 9 model dan dua anak mereka sebagai muse.

Terkait penggunaan bahan, Silvia dan Elok Re Napio memilih material beludru yang identik dengan pakaian kalangan bangsawan atau anggota kerajaan dari wilayah Eropa maupun Asia.

"Sesuatu yang mewah menurut saya itu bisa diaplikasikan dari velvet," kata Elok.

Demi memperkuat konsep mewah tersebut, busana beludru tersebut dihiasi dengan payet sabit khas pakaian tari tradisional zaman dulu yang cukup langka.

Baca Juga: Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta

"Bener-bener payet zaman dulu, yang payet sabit itu kan," tuturnya lagi.

Kendati tidak menggunakan unsur kain wastra nusantara, Khayae tetap membawa misi mulia dengan memberdayakan kelompok perempuan lanjut usia.

Langkah sosial yang mereka rintis ini menjadi bukti nyata bahwa industri adibusana modern bisa berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan.

Load More