Lifestyle / Food & Travel
Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:16 WIB
Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • APPMI akan menyelenggarakan BTN Indonesia Fashion Week 2026 mengangkat tema Ulos Simetria di Jakarta.
  • Ajang fesyen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center.
  • Acara mode ini menampilkan koleksi desainer lokal serta mancanegara untuk menggerakkan perekonomian sektor kreatif.

Suara.com - Industri fesyen Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap karya desainer lokal dan produk kreatif dalam negeri. 

Sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif, fesyen tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui beragam wastra nusantara.

Semangat tersebut kembali hadir melalui BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-14, ajang fesyen yang diinisiasi Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini mengusung tema “Ulos Simetria”, dengan kain ulos sebagai inspirasi utama berbagai koleksi busana.

Tema tersebut merepresentasikan harmoni antara warisan budaya nusantara dan kreativitas kontemporer. Ulos tidak hanya dipandang sebagai kain tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan budaya yang dapat terus berkembang melalui inovasi. 

Melalui gelaran ini, kekayaan budaya Indonesia diperkenalkan dalam perspektif yang lebih modern sekaligus membuka peluang untuk menjadi bagian dari percakapan fesyen global.

Indonesia Fashion Week 2026 akan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. 

Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menyaksikan beragam peragaan busana yang menghadirkan koleksi desainer, fashion label, Dekranasda, sekolah mode, institusi pendidikan, hingga UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Keunikan penyelenggaraan tahun ini juga terlihat dari kehadiran desainer dan fashion label mancanegara, seperti Sadaf by Papri Basak dari India, Rajarezza dari Malaysia, serta Michalis Pantelidis Studio dari Cyprus. 

Partisipasi tersebut tidak hanya memperkaya koleksi di runway, tetapi juga menjadi ruang pertukaran pengalaman dan jaringan bagi para pelaku industri fesyen dari berbagai negara.

Baca Juga: Prambanan Dipugar Bersama India, InJourney Bidik Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi

Lebih dari sekadar perhelatan mode, event ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi dan sosial budaya yang lebih luas. Pada penyelenggaraan 2025, acara tersebut diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp63,88 miliar berdasarkan pengeluaran pengunjung untuk belanja, konsumsi, transportasi, dan akomodasi. 

Kehadiran ribuan pengunjung turut menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perdagangan, tekstil, kuliner, hingga jasa pendukung lainnya.

Kunjungan ke Jakarta untuk menyaksikan perhelatan ini juga dapat menjadi bagian dari pengalaman liburan #DiIndonesiaAja. Setelah menikmati ragam koleksi fesyen di JCC, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan untuk mengeksplorasi destinasi seni, belanja, dan kuliner di berbagai sudut Jakarta.

Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta (Dok. Istimewa)

Pecinta seni dapat mengunjungi Nadi Gallery di Jakarta Barat untuk menikmati pameran seni kontemporer “Tropical Aliens” karya Eko Nugroho yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026. 

Pameran ini menghadirkan 34 karya terbaru sang perupa yang dibuat sepanjang 2024 hingga 2026 dalam berbagai medium, mulai dari lukisan, bordir, patung, mural, hingga instalasi.

Sementara itu, pencinta fesyen dapat berburu koleksi berbagai label lokal di Love and Flair, Plaza Indonesia. Gerai multibrand ini menghadirkan lebih dari 20 label fesyen Indonesia dengan pilihan busana dan aksesori yang beragam, mulai dari atasan, dress, outer, sepatu, tas, hingga aksesori.

Untuk melengkapi perjalanan, Lucy Curated Compound di kawasan Melawai juga bisa menjadi pilihan untuk menikmati beragam kuliner dalam satu kawasan. Pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan restoran dan kafe yang menyajikan hidangan Indonesia maupun mancanegara, mulai dari kopi dan pastry, steak dan burger, dimsum, mi, hingga pho khas Vietnam.

Rangkaian pengalaman tersebut menunjukkan bahwa liburan #DiIndonesiaAja dapat menghadirkan lebih dari sekadar kunjungan ke destinasi wisata. Melalui Indonesia Fashion Week 2026, wisatawan dapat menikmati fesyen, mengenal kekayaan budaya, mengapresiasi karya kreatif lokal, sekaligus menjelajahi seni dan kuliner Jakarta.

Pada akhirnya, gelaran ini menjadi bukti bahwa fesyen, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan. Dari kain ulos yang sarat makna hingga karya mode modern di atas runway, Indonesia terus menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang relevan, kreatif, dan menarik bagi masyarakat masa kini.

Load More