Bisnis / Keuangan
Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB
Ilustrasi UMKM berbasik Perak yang ekspor ke tiga negara. [ist]
Baca 10 detik
  • Sebelas UMKM binaan memamerkan produk unggulannya pada ajang Indonesia Fashion Week 2026 di JCC Jakarta.
  • Pameran yang berlangsung dari tanggal 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut bertujuan memperluas pasar produk lokal.
  • Kerajinan perak buatan UMKM Vite berhasil menembus pasar ekspor ke negara Aljazair, Panama, serta Malta.

Suara.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia terus menunjukkan daya saing di pasar internasional. Berbekal kualitas produk dan inovasi, sejumlah UMKM lokal berhasil menembus pasar ekspor sekaligus memperkenalkan karya mereka di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Vite, UMKM yang memproduksi kerajinan perak dengan kadar kemurnian mencapai 92,5 persen. Seluruh produknya dibuat secara manual (handmade), mulai dari cincin, kalung, hingga aksesori lainnya.

Keunikan desain dan kualitas produknya membuat Vite berhasil memperluas pasar hingga mancanegara. Produk-produk UMKM tersebut kini telah diekspor ke Aljazair, Panama, dan Malta, menunjukkan bahwa karya lokal mampu bersaing di pasar global.

Tak hanya Vite, produk UMKM lain yang menarik perhatian pengunjung IFW 2026 adalah Narita Shibori. UMKM di bidang fesyen ini menghadirkan berbagai koleksi busana bercorak khas yang diproduksi dengan melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta.

Setiap produk yang dihasilkan tidak hanya menampilkan nilai estetika, tetapi juga membawa pesan tentang pemberdayaan dan kemandirian para kreatornya. Adapun, Vite merupakan salah satu UMKM binaan dari Pertamina Patra Niaga.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan kehadiran UMKM di ajang fesyen nasional diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

"Sebagai pilar utama daya tahan ekonomi nasional, UMKM tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menjadi motor penggerak kreativitas dan kearifan lokal. Menyadari peran strategis tersebut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen secara berkelanjutan untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal di seluruh penjuru negeri," ujar Kitty di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

ilustrasi IFW. (Dok. Istimewa)

Menurutnya, semakin luas akses promosi yang diperoleh UMKM, semakin besar pula peluang produk lokal untuk meningkatkan daya saing dan menembus pasar internasional.

Selain Vite dan Narita Shibori, terdapat sembilan UMKM lain yang turut memamerkan produknya, yakni Dara Baro, Guns Leather, Ramiza Boutique, Meeta Fauzan, Dimas Batik, UD Tenun Sumber Rejeki, Jokotole, Besolek, dan Mahacinta Jewelry.

Baca Juga: Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%

Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan menampilkan beragam produk, mulai dari busana, kain tradisional, hingga kerajinan tangan. Kesemua UMKM tersebut merupakan binaan dariPertamina Patra Niaga

Load More