- Hong Kong Tourism Board meluncurkan kampanye global bertajuk Only in Hong Kong untuk memperkenalkan sisi autentik kota.
- Kampanye tersebut diperkenalkan di 22 negara melalui berbagai media digital, televisi, sosial, luar ruang, serta publikasi internasional.
- Inisiatif global ini bertujuan memperkuat posisi Hong Kong sebagai Asia's World City yang menawarkan pengalaman lengkap bagi wisatawan.
Suara.com - Selama ini Hong Kong identik dengan gedung pencakar langit, pusat belanja kelas dunia, hingga surga kuliner yang selalu ramai. Namun, di balik citra metropolis tersebut, Hong Kong menyimpan sisi lain yang lebih hangat dan autentik. Inilah yang kini ingin diperkenalkan kepada wisatawan dunia.
Melalui kampanye global terbarunya bertajuk "Only in Hong Kong", Hong Kong Tourism Board (HKTB) mengajak wisatawan menikmati kota ini bukan hanya sebagai destinasi untuk dikunjungi, tetapi sebagai tempat untuk benar-benar dirasakan.
Alih-alih hanya menampilkan panorama ikonik, kampanye ini menyoroti pengalaman-pengalaman sederhana yang justru membentuk karakter Hong Kong. Mulai dari menaiki Star Ferry menyusuri Victoria Harbour, mendaki jalur perbukitan dengan panorama kota yang memukau, hingga menikmati sore di pantai tersembunyi yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kota.
Tak hanya itu, wisatawan juga diajak merasakan kehidupan lokal melalui aktivitas yang mungkin tak ditemukan di destinasi lain, seperti bermain mahjong bersama warga, menjelajahi pasar tradisional, hingga menyusuri kawasan-kawasan penuh cerita yang masih mempertahankan identitas budaya setempat.
Kota Modern yang Tetap Memelihara Tradisi
Salah satu daya tarik terbesar Hong Kong adalah kemampuannya memadukan dua dunia yang tampak bertolak belakang.
Dalam sehari, wisatawan bisa menikmati sarapan di kedai tradisional bergaya cha chaan teng, berbelanja di pusat perbelanjaan modern, menjelajahi jalur hiking yang dikelilingi alam hijau, lalu menutup hari dengan menikmati panorama lampu kota di tepi Victoria Harbour atau rooftop bar.
Perpaduan budaya Timur dan Barat juga masih terasa kuat. Warisan budaya Tiongkok hidup berdampingan dengan gaya hidup metropolitan internasional, menciptakan atmosfer kota yang dinamis sekaligus akrab bagi wisatawan dari berbagai negara.
Tak heran jika Hong Kong tetap menjadi salah satu destinasi favorit di Asia bagi pencinta kuliner, budaya, belanja, hingga wisata alam.
Baca Juga: 500 Tukik Penyu Kembali ke Laut, Wisata Konservasi Bali Makin Diminati
Pengalaman Kecil yang Justru Berkesan
Kampanye Only in Hong Kong juga mengangkat berbagai elemen keseharian yang selama ini menjadi identitas kota.
HKTB bahkan merancang palet berisi 16 warna khas Hong Kong, yang masing-masing terinspirasi dari ikon-ikon lokal. Mulai dari merah kapal layar tradisional junk boat, hijau trem legendaris Ding Ding, biru garis pantai Hong Kong sepanjang sekitar 1.180 kilometer, hingga warna-warna yang terinspirasi dari hidangan penutup favorit seperti red bean soup dan sago soup.
Ada pula inspirasi dari bunga Bauhinia, simbol resmi Hong Kong, hingga lumba-lumba merah muda yang hidup di perairannya.
Sementara itu, logo Only in Hong Kong memadukan bentuk cap stempel tradisional Tiongkok dengan cahaya neon yang selama puluhan tahun menjadi ikon jalan-jalan Hong Kong. Simbol tersebut merepresentasikan bagaimana tradisi dan modernitas terus berjalan berdampingan.
Destinasi Lengkap dalam Satu Kota
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan