- CEO Krista Exhibitions Group Daud D. Salim menyatakan industri kecantikan di Jakarta memiliki peluang besar lewat IndoBeauty Expo 2026.
- Konsumen kini semakin cerdas memilih produk perawatan diri dengan memperhatikan kandungan bahan dan keamanan demi mendukung kesehatan kulit.
- Pelaku industri kecantikan nasional harus terus meningkatkan kualitas inovasi, teknologi, dan kolaborasi agar mampu bersaing di pasar global.
Suara.com - Industri kecantikan Indonesia terus mengalami pertumbuhan pesat. Perawatan diri yang dulu dianggap sebagai kebutuhan tambahan, kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki.
Perubahan perilaku konsumen, meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan kulit, hingga kemunculan berbagai tren kecantikan baru membuat industri kosmetik bergerak semakin dinamis.
Produk kecantikan saat ini tidak hanya menawarkan fungsi mempercantik penampilan, tetapi juga menghadirkan solusi yang lebih personal sesuai kebutuhan konsumen, mulai dari skincare untuk berbagai jenis kulit, produk berbahan alami, hingga kosmetik dengan teknologi formulasi terbaru.
Perkembangan tersebut turut mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi agar mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di tingkat global.
CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan industri kecantikan memiliki peluang besar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan diri.
"Industri kecantikan terus berkembang dan membutuhkan ruang kolaborasi untuk mempertemukan produsen, distributor, pemilik merek, beauty professional, hingga investor," ujar Daud dalam penyelenggaraan IndoBeauty Expo 2026 di Jakarta.
Menurutnya, perkembangan industri kecantikan tidak hanya bergantung pada banyaknya produk yang beredar, tetapi juga kemampuan pelaku usaha menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas produk.
Konsumen Makin Cerdas Memilih Produk Kecantikan
Salah satu perubahan besar dalam industri kosmetik adalah meningkatnya pengetahuan konsumen.
Baca Juga: Melepaskan Diri dari Standar Kecantikan Toksik: Literasi Digital untuk Lawan Body Dysmorphia
Jika sebelumnya keputusan membeli produk kecantikan banyak dipengaruhi oleh tren atau popularitas merek, kini konsumen semakin memperhatikan kandungan bahan, keamanan produk, hingga kecocokan dengan kebutuhan kulit.
Fenomena ini mendorong produsen kosmetik untuk lebih transparan dalam menyampaikan informasi produk.
Label kandungan bahan, klaim manfaat, hingga sertifikasi keamanan menjadi faktor penting yang dipertimbangkan sebelum konsumen melakukan pembelian.
Selain itu, tren kecantikan juga semakin bergeser dari sekadar mengejar tampilan sempurna menuju konsep self-care atau perawatan diri sebagai bagian dari menjaga kesehatan dan kepercayaan diri.
Teknologi Dorong Wajah Baru Industri Beauty
Kemajuan teknologi turut mengubah cara industri kecantikan berkembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan