Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:20 WIB
AIESEC in UI menggelar Global Village Summer 2026 yang menghadirkan pertukaran budaya dan edukasi mengenai keberlanjutan lingkungan. (Dok. AIESEC)

Suara.com - AIESEC in Universitas Indonesia (UI) sukses menyelenggarakan Global Village Summer 2026, sebuah program tahunan yang mempertemukan masyarakat dengan peserta internasional melalui pertukaran budaya, edukasi mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), serta berbagai aktivitas interaktif.

Kegiatan ini berlangsung di Green Pramuka Square dan dihadiri oleh 91 peserta yang terdiri atas delegasi internasional, local volunteers, mahasiswa, serta masyarakat umum. Antusiasme peserta acara ini tercermin dari tingkat kepuasan yang mencapai 9 dari 10, menunjukkan apresiasi positif terhadap keseluruhan rangkaian kegiatan.

Kesuksesan acara ini turut didukung oleh Green Pramuka Square sebagai venue partner, bersama Cakap dan Ancol sebagai mitra kolaborasi.

Mengusung tema "Terra Memoria: The Land that Lives Within Us", Global Village Summer 2026 mengajak masyarakat untuk mengenang, menghargai, dan menjaga bumi sebagai sumber kehidupan sekaligus bagian dari identitas budaya.

Tema ini selaras dengan Sustainable Development Goal (SDG) 15: Life on Land yang menekankan pentingnya pelestarian lingkungan melalui kolaborasi lintas budaya dan negara.

Urgensi tersebut semakin relevan mengingat krisis lingkungan kini menjadi bagian dari tantangan global. Saat ini, sekitar satu juta spesies tumbuhan dan satwa berada di ambang kepunahan akibat hilangnya habitat, eksploitasi berlebihan, polusi, dan perubahan iklim yang mengancam keseimbangan ekosistem.

Berangkat dari kondisi tersebut, terlebih dalam momentum menjelang Hari Konservasi Alam Sedunia yang diperingati setiap 28 Juli, Global Village Summer 2026 mengajak generasi muda untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan mengambil peran aktif dalam upaya pelestarian alam.

Melalui tema tersebut, AIESEC in UI berharap peserta dapat menyadari bahwa bumi merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga melalui kesadaran, semangat saling belajar, dan aksi nyata.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Organizing Committee President, Goeij Angelatika Goeyanto, yang mengajak peserta untuk melihat keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perbedaan budaya, latar belakang, maupun kebangsaan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam menjaga bumi yang menjadi rumah bersama.

Semangat tersebut kemudian mengiringi pembukaan rangkaian acara melalui penampilan budaya dari Sanggar Tari Kencana Pradipa dan Sanggar Tari RAGANTARI yang menampilkan kekayaan seni tradisional Indonesia.

Penampilan tersebut tidak hanya memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada peserta, tetapi juga menunjukkan bahwa seni mampu menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Selain pertunjukan budaya, peserta juga mengunjungi cultural booths yang menghadirkan representatif dari Kedutaan Besar Jerman, Kedutaan Besar Meksiko, delegasi Korea Selatan, serta delegasi dari Pakistan.

Melalui sesi interaktif tersebut, pengunjung berkesempatan mengenal tradisi, bahasa, makanan, hingga pengalaman hidup dari berbagai negara secara langsung. Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempererat hubungan antarbudaya sekaligus memperluas perspektif peserta mengenai keberagaman global.

Global Village Summer 2026 juga menghadirkan SDGs Exhibition dan sesi talkshow yang membahas pentingnya pelestarian lingkungan serta peran generasi muda dalam menciptakan perubahan.

Load More