Bisnis / Keuangan
Senin, 03 Agustus 2026 | 09:58 WIB
Pembeli memindai Kode Respons Cepat Standar (QRIS) di Sarinah, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 13 UMKM binaan Rumah BUMN Tojo Una-Una menerapkan transaksi QRIS dalam bazar di Sulawesi Tengah.
  • Kegiatan promosi produk pangan dan kuliner tersebut bertujuan mendorong pelaku UMKM mengoptimalkan penggunaan transaksi digital.
  • Program ini mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Suara.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai bergerak maju dengan melakukan digitalisasi. Pasalnya, beberapa UMKM telah menerapakan transaksi non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Hal ini diterapkan oleh 13 UMKM binaan Rumah BUMN Kabupaten Tojo Una-Una dalam bazar Jambore Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una.

Selain menjadi ajang promosi produk pangan olahan dan kuliner unggulan kepada masyarakat serta peserta jambore dari 12 kabupaten di Sulawesi Tengah, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mendorong pelaku UMKM mengoptimalkan transaksi digital melalui QRIS.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Rumah BUMN merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membantu UMKM menjadi lebih mandiri, berdaya saing, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

Ilustrasi Pembayaran QRIS di Pelaku UMKM. [ist]

"Pertamina tidak hanya membuka ruang promosi, tetapi juga mendampingi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Keikutsertaan dalam kegiatan ini diharapkan membuka peluang pasar baru sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Tojo Una-Una," ujar Baron di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut Baron, penguatan UMKM juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui peningkatan kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan pengembangan industri kreatif.

Program tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Pendampingan yang diberikan Rumah BUMN tidak hanya berfokus pada pemasaran, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha, pengembangan kemasan produk, hingga membuka akses pelaku UMKM untuk mengikuti berbagai pameran.

Owner Kopi Tanambi, Imran Mulyadi, mengaku merasakan langsung manfaat dari pembinaan yang dilakukan Rumah BUMN Tojo Una-Una. Mulai dari promosi, pendampingan pameran, pembukaan peluang usaha, hingga pengembangan kemasan dan peningkatan kapasitas.

Baca Juga: Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

"Pendamping Rumah BUMN benar-benar serius membina kami agar usaha terus berkembang," ujar Imran.

Ke depan, Pertamina akan terus mendorong UMKM binaan Rumah BUMN Tojo Una-Una meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, sekaligus memanfaatkan teknologi digital agar semakin kompetitif dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Load More