Lifestyle / Komunitas
Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:25 WIB
Ilustrasi Belajar Fashion. (Suara.com/Vania)
Baca 10 detik
  • ESMOD Jakarta meluncurkan program Global Mobility Pathway untuk memfasilitasi mahasiswa belajar di kampus internasional sejak tahun 2024.
  • Program pertukaran dua arah ini memungkinkan mahasiswa asing mendalami kekayaan dan potensi industri kreatif lokal di Indonesia.
  • ESMOD Jakarta telah menghasilkan sekitar 1.000 lulusan sukses di industri fashion sejak berdiri pada tahun 1996 silam.

Dengan demikian, pengalaman internasional tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk mengenal dunia fashion global. Sebaliknya, program ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan dan identitas kreatif Indonesia kepada mahasiswa dari berbagai negara.

30 Tahun Membangun Talenta Fashion Indonesia

Sejak hadir pada 1996, ESMOD Jakarta telah menghasilkan kurang lebih 1.000 lulusan yang mengambil berbagai peran di industri fashion dan kreatif, mulai dari desainer, entrepreneur, profesional industri, hingga bidang kreatif lainnya.

Sejumlah alumni juga telah membangun kiprah di industri fashion Indonesia. Sapto Djojokartiko dan Ria Miranda, misalnya, telah membangun brand yang dikenal luas dengan jaringan toko di berbagai wilayah Indonesia.

Hian Tjen juga menjadi salah satu desainer Indonesia yang karyanya kerap dikenakan figur publik. Sementara Yogie Pratama telah membawa karyanya ke panggung internasional, termasuk melalui karya custom yang dikenakan penyanyi dan entertainer dunia, Christina Aguilera.

Perjalanan tersebut juga dilanjutkan oleh generasi alumni terbaru. Beatrice Angelica dan Gabriel Marcella menjadi contoh lulusan ESMOD Jakarta yang mulai membangun koneksi dan kolaborasi di tingkat internasional melalui kerja sama dengan desainer dari Prancis.

Bagi ESMOD Jakarta, pengalaman global tidak berarti mahasiswa harus meninggalkan identitas lokal. Justru, wawasan dari berbagai lingkungan fashion diharapkan dapat membantu mereka melihat potensi Indonesia dari perspektif yang lebih luas.

Maica Arjun, mahasiswi ESMOD Jakarta jurusan Fashion Design 2024. (Suara.com/Vania)

Hal tersebut juga dirasakan Maica Arjun, mahasiswa ESMOD Jakarta jurusan Fashion Design 2024. Menurutnya, kesempatan belajar di lingkungan berbeda dapat menjadi ruang untuk menguji dan mengembangkan kreativitas.

“Saya melihat program ini bukan hanya sebagai kesempatan untuk belajar di luar Indonesia, tetapi sebagai kesempatan untuk melihat sejauh mana kreativitas saya dapat berkembang ketika berada di lingkungan yang berbeda. Saya ingin kembali dengan perspektif yang lebih luas, tanpa kehilangan apa yang membuat saya sebagai talenta Indonesia,” kata Maica.

Baca Juga: Dan Bandung: Romansa Mahasiswa yang Hangat dengan Bumbu Persahabatan yang Kental

Melalui Global Mobility Pathway, ESMOD Jakarta ingin memperluas kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai lingkungan fashion dunia, membangun koneksi internasional, sekaligus membawa pengalaman tersebut kembali untuk berkontribusi terhadap perkembangan industri kreatif Indonesia.

Load More